Dituduh Mata Duitan, Asamoah Gyan Tak Ambil Pusing

Kapten Ghana ini resmi hijrah ke Shanghai SIPG dengan gaji €325 per pekan sehingga memunculkan tuduhan negatif kepadanya.

Asamoah Gyan mengaku tidak memedulikan tuduhan banyak pihak yang menyebut bahwa kepindahannya ke klub Liga Super Tiongkok, Shanghai SIPG, didasari atas uang.

Pekan lalu, kapten timnas Ghana itu resmi hijrah ke Shanghai SIPG dengan gaji yang dilaporkan mencapai €325 ribu per pekan – menjadikannya masuk dalam daftar pesepakbola bergaji termahal di dunia. Ini menjadi karier kedua Gyan di benua Asia setelah ia sempat memperkuat klub Uni Emirat Arab, Al Ain, pada 2012.

“Saya tidak memahami kritik tersebut. Saya bekerja keras sehingga bisa seperti sekarang ini. Saya fokus pada pekerjaan. Ini bukan tindakan ilegal seperti misalnya merampok uang,” tutur striker berusia 29 tahun ini kepada BBC Sport, Kamis (17/7).

“Saya sudah belajar untuk mengubah anggapan negatif menjadi positif. Ini adalah keputusan saya dan saya juga merasa semua orang bekerja untuk mendapatkan uang. Di akhir karier, yang terpenting adalah bagiamana saya bisa melakukan semua ini demi diri saya sendiri dan keluarga.”

“Saat ini adalah masa-masa terbaik saya, jadi saya harus bisa memanfaatkannya semaksimal mungkin,” imbuh topskor Ghana sepanjang masa ini.

 

Topics