Diwarnai Kericuhan Suporter, Persis Solo Ditahan Imbang PSIS Semarang

Kericuhan suporter terjadi di masa injury time babak kedua.

Persis Solo gagal mewujudkan ambisi mereka untuk meraih kemenangan pada partai final Piala Polda Jateng 2015. Itu setelah, mereka hanya bermain imbang 0-0 di Stadion Manahan, Solo, Kamis (30/7) petang.

Sejatinya, ini merupakan leg kedua untuk partai final tersebut. Namun leg pertama yang semestinya digelar di Stadion Jatidiri, Semarang, Senin (27/7) lalu, gagal digelar karena tidak mendapatkan izin keramaian dari Kepolisian. Kepastian kapan leg pertama akan digelar kembali juga masih menunggu kabar selanjutnya dari panpel PSIS.

Tampil di kandang sendiri, Persis yang mengincar banyak gol di laga ini langsung tampil menekan. Namun upaya mereka masih bisa diredam para pemain PSIS.

Tim tamu juga sesekali berusaha untuk keluar dari tekanan tim tuan rumah. Namun, Persis seakan tak ingin memberikan "angin" kepada tim Mahesa Jenar. 

Pelatih Persis, Aris Budi Sulistyo, memasukkan penyerangnya Andrid Wibawa untuk menambah daya dobrak tim di pertengahan babak pertama. Namun hingga babak pertama usai, skor tetap 0-0.

Memasuki babak kedua, permainan kedua tim masih berlangsung sengit. Laskar Sambernyawa masih kesulitan untuk menembus gawang PSIS.

Sementara PSIS juga tak tinggal diam. Skuat asuhan M. Dofir itu juga beberapa kali memberikan tekanan ke lini pertahanan Persis. Namun, juga masih belum berbuah gol.

Memasuki menit ke-65, wasit sempat menghentikan pertandingan lantaran ada oknum suporter yang menyalakan petasan. Namun pertandingan bisa dilanjutkan kembali.

Persis sempat memberikan ancaman melalui tendangan Saddam Husain. Tapi, bola masih melambung di atas gawang PSIS. 

Pada masa injury time, wasit kembali menghentikan pertandingan, lantaran ada salah satu asisten wasit yang tiba-tiba tergeletak di pinggir lapangan. Bahkan, juga terjadi kericuhan suporter di tribun sebelah timur, yang membuat para pemain dari kedua tim menepi.

Setelah sekitar 17 menit menunggu, kedua tim pun memutuskan sepakat untuk menghentikan pertandingan. Dengan demikian, pertandingan itu berakhir dengan skor 0-0.