Djadjang Nurdjaman Sentil Jaino Matos

Djanur menyindir taktik bertahan yang diterapkan Jaino, dan sudah sengaja mengulur waktu sejak babak pertama.

Pelatih Persib Bandung Djadjang Nurdjaman mempertanyakan pernyataan arsitek Persiba Balikpapan Jaino Matos yang menyebutkan Pangeran Biru membutuhkan bantuan untuk meraih kemenangan 2-1 di Stadion Wibawa Mukti, Bekasi, Sabtu (1/10) sore WIB.

Djadjang meminta Jaino menjelaskan ucapannya terkait tudingan Persib dibantu wasit. Djadjang justru mengatakan, Persib seharusnya mendapat penalti ketika Zulham Zamrun dijatuhkan Antonio Teles.

“Persib dibantu wasitnya seperti bagaimana? Tapi dia memang selalu buat pernyataan seperti itu. Saya harus tahu dulu maksud dia, di mana Persib yang dibantu wasit? Kalau soal penalti, malahan kita seharusnya ada satu penalti lagi,” cetus Djanur, sapaan Djadjang.

Selain mempertanyakan tudingan itu, Djanur juga mengomentari taktik bertahan yang diterapkan Persiba di babak pertama. Begitu juga dengan aksi Alfonsius Kelvan yang mudah mengerang kesakitan, dan menurunkan tempo permainan dalam beberapa kesempatan di babak pertama.

“Itu juga jadi salah satu strategi dia. Ya yang begitu hanya bertahan, dan memperlambat permainan dari awal pertandingan di babak pertama,” katanya.

Di lain sisi, Djanur mengakui Persib masih mempunyai kelemahan dalam penyelesaian akhir. Ia menilai pemain terlalu terburu-buru ketika mendapatkan kesempatan bagus.

“Kelemahan kami jujur masih terlihat dari finishing touch. Kita banyak peluang, tapi hanya dua yang bisa dikonversi. Itu barang kali PR [pekerjaan rumah] saya. Saya rasa itu pengaruh dari beban mental yang tinggi, sehingga pemain masih terburu-buru. Padahal kalau lebih tenang, hasilnya saya yakin akan berbeda,” imbuh Djanur.

Sementara gelandang serang Robertino Pugliara merasa cukup puas meraih kemenangan dalam laga ini. Pugliara mengungkapkan, setelah gol Sergio van Dijk, mental rekan-rekannya membaik.

“Saya senang dengan penampilan kami, karena walaupun di babak pertama kami tertinggal, kami tetap semangat, dan kerja keras. Kami tahu ini penting sekali buat kami. Kami tak cukup dengan hasil seri,” pungkasnya. (gk-68)