Djajang Nurdjaman Tetap Bidik Kemenangan

Djanur menjanjikan Persib bakal mengalahkan PBR di laga pamungkas delapan besar ISL 2014.

LIPUTAN ANGGI RIWANTO Ikuti di twitterPelatih Persib Bandung Djajang Nurdjaman menegaskan, Pangeran Biru tetap membidik kemenangan saat menjalani laga pamungkas delapan besar Indonesia Super League (ISL) 2014 melawan Pelita Bandung Raya.

Hasil apa pun tidak akan memengaruhi posisi Persib sebagai pemuncak klasemen, maupun perebut tiket ke semi-final. Sedangan PBR membutuhkan poin penuh untuk lolos ke empat besar. Kendati demikian, Djajang menegasan, ia tidak akan memberikan kemudahan kepada PBR.

Pelatih berusia 40 tahun itu menilai, target tim besutannya masih dalam jalur yang benar, yaitu menyapu bersih semua laga yang berlangsung di kota Bandung. Duel melawan PBR merupakan laga tandang Persib. Tapi mengingat berlangsung di Stadion Si Jalak Harupat, maka pendukung Maung Bandung bakal lebih dominan.

“Sampai dengan saat ini masih sesuai dengan tekad kami untuk menyapu bersih partai di Bandung. Bukan hanya partai kandang aja, karena di Bandung nanti juga tandang melawan PBR,” tutur Djanur, sapaan Djajang.

Mengomentari duel melawan Mitra Kukar, Djanur menyatakan, tim tamu lebih menguasai jalannya pertandingan di babak pertama, namun tak memberikan serangan yang berarti ke jantung pertahanan.

“Pertandingan cukup seru . 15 menit babak pertama kita cukup menekan mereka, setelah itu mereka memegang kendali. Tapi menurut saya mereka itu hanya melakukan ball possession, tapi tidak sempat mengancam gawang kita. Sebaliknya, kita yang mengancam dengan beberapa serangan, atau counter-attack. Akhirnya mereka tidak lebih banyak menciptakan peluang,” beber Djanur.

“Di babak kedua kita lebih baik dari mereka, terbukti dengan mencetak dua gol, apalagi setelah mereka dengan sepuluh pemain. Di lapangan terjadi pertandingan yang seru dan menegangkan, kita baru bisa memenangkan di menit akhir. Ini menandakan pertandingan cukup seru, dan performa pemain cukup hebat.”

Bermain di hadapan puluhan ribu pasang mata Bobotoh yang tak menyisakan satu pun kursi kosong di tribun, Djanur mengaku takjub, dan memberikan apresiasi.

“Saya salut dan takjub kepada Bobotoh. Mereka begitu banyak yang datang ke stadion untuk menyaksikan kami langsung. Sebagai pemain ke 12, ini adalah pemain tambahan kami,” serunya.

“Kali ini berbeda dengan sebelumnya, apalagi dengan ancaman [sanksi] yang kita dengar. Sebagai tim, terus terang kami sangat khawatir, pengurangan poin itu yang sangat mengerikan buat kami. Alhamdulillah penonton tertib. Mudah-mudahan ini akan berlangsung terus, dan Bobotoh akan menjadi suporter nomor satu di tanah air.” (gk-52) addCustomPlayer('o0nj4a7l8zom1cxl39osncdku', '', '', 620, 540, 'perfo0nj4a7l8zom1cxl39osncdku', 'eplayer4', {age:1407083524494});

>
RESPECT dan FAIR PLAY. Mari berikan komentar yang sehat dan bermanfaat dalam kolom komentar yang telah kami sediakan.