DUEL Antarlini Arema Cronus Kontra Persela Lamongan

Topics

Goal Indonesia mengulas siapa saja pemain yang mempunyai peranan penting di setiap lini kedua tim.

Arema Cronus bakal memulai petualangan mereka di turnamen Piala Presiden, malam ini. Pada laga perdana, tim Singo Edan langsung menghadapi Persela Lamongan di Stadion Kanjuruhan, Kepanjen, Malang.

Di atas kertas, Arema memang lebih diunggulkan pada laga nanti. Terlebih, sepanjang pertemuan kedua tim skuat asuhan Joko Susilo itu lebih sering menang atas Persela. 

Bicara soal komposisi pemain, Arema dihuni banyak pemain kelas satu level nasional. Sedangkan Persela, masih mengandalkan kolektivitas tim dan semangat para pemain mereka untuk meredam gempuran para penggawa tim tuan rumah.

Tentunya, derby Jawa Timur ini akan selalu menarik untuk dilihat. Jelang laga penuh gengsi itu, Goal Indonesia mencoba mengulas duel antarlini yang bakal terjadi di laga nanti. Berikut ulasannya:

 

I MADE KADEK WARDHANA vs CHOIRUL HUDA

i Kadek Wardhana

Belakangan Kadek Wardhana tampil moncer manakala dipercaya oleh Arema di sejumlah laga persahabatan. Turut bermainnya Kadek karena kiper utama Arema yaitu Kurnia Meiga, mengalami cedera lutut kambuhan ketika melawan Barito Putera di Indonesia Super League (ISL) 2015. Kepercayaan yang mampu dibalas dengan baik oleh Kadek ini membuat dia kemungkinan besar akan berdiri di bawah mistar Arema.

Sama seperti Meiga, Kadek punya keunggulan untuk menang adu satu lawan satu melawan striker lawan. Bahkan saat uji coba melawan Persib Bandung pertengahan bulan lalu, Kadek sukses mementahkan empat peluang emas dari Persib. Kemampuan yang mumpuni ini membuat dia layak menjadi pilihan terdepan untuk menghadapi striker Persela di saat Meiga masih belum dipastikan kebugarannya.

Choirul Huda

Sementara Choirul Huda, akan menjadi andalan di bawah mistar Persela. Pemain yang sudah bergabung di Laskar Joko Tingkir sejak 1999 ini adalah sosok senior, yang membuatnya kini mengemban ban kapten tim.

Soal kemampuan, Huda sudah kenyang pengalaman menghadapi tipikal striker Arema yang kerap mengandalkan umpan satu dua di depan gawang. Beberapa kali aksinya berhasil membuat Samsul Arif dan kawan-kawan frustrasi. Salah satu contoh adalah, laga babak delapan besar ISL 2014 di Lamongan. Sosok berusia 36 tahun itu mampu membuat striker Arema hilang akal. Beruntung, Singo Edan berhasil memaksakan hasil seri lewat dua kali tendangan penalti.

FABIANO BELTRAME vs TAUFIK KASRUN

Fabiano Beltrame

Ini akan menjadi laga penuh emosional bagi Fabiano. Mengingat, Persela adalah klub pertama bek asal Brasil itu di Indonesia. Tentu, Fabiano hafal betul karakter mantan rekan-rekannya di Persela yang kerap mengandalkan kecepatan dan kolektivitas tim. 

Karakter cepat dan ngeyel ala Persela disebut Fabiano tidak berubah, meski Persela dihuni oleh pemain baru. Bermain di Kanjuruhan, tampaknya Fabiano akan lebih sering untuk mengatasi pola serangan balik Persela.

Taufik Kasrun

Taufik Kasrun di musim lalu sukses mematikan pergerakan dari striker Arema saat bertarung di babak delapan besar ISL 2014. Tetapi, saat ini pertemuan dirinya melawan Arema dianggap memiliki perbedaan, karena kini di kubu lawan sudah tidak ada Gustavo Lopez yang mampu mengatur serangan.

Namun, masuknya beberapa pemain asing baru tetap akan membuat Taufik waspada. Karena kebobolan satu gol akan membuat mental rekan-rekannya jatuh dan bisa saja mudah dimanfaatkan oleh pemain Arema untuk mencetak gol tambahan. Dibandingkan dengan Fabiano, Taufik mungkin akan bekerja lebih keras bersama rekan-rekannya di lini pertahanan.

Kerja keras itu bisa diprediksi mengingat kebiasaan Persela yang bermain bertahan ketika di Kanjuruhan. 

AHMAD BUSTOMI vs ZAINAL ARIFIN

Ahmad Bustomi

Jika fit, Bustomi tetap akan menjadi pilihan Arema mengendalikan lini tengah. Selama menjalani pramusim 2015 hingga dua laga ISL, Bustomi selalu menjadi andalan untuk menggalang wilayah pertahanan. Dirinya juga seringkali menjadi orang pertama yang mengalirkan bola ke depan.

Menjelang Piala Presiden, tugas Bustomi bisa jadi akan lebih mudah karena saat ini Arema sudah kedatangan Morimakan Koita dari Mali. Koita menurut Joko Susilo akan difungsikan sebagai playmaker dengan formasi 4-3-3. Fungsi ini membuat Bustomi bersama satu rekannya akan menjadi gelandang bertahan untuk merusak tempo permainan Persela. Tugas yang lebih enteng tentunya, seperti yang pernah diperankannya pada ISL 2014, saat masih ada Gustavo Lopez. 

Zainal Arifin

Sementara itu, salah satu kekuatan Persela adalah serangan dari sisi sayap yang dipegang oleh Zainal Arifin. Seringkali, Zainal memberikan suplai ataupun operan melalui umpan silang di jantung pertahanan lawan. Tak jarang, dia juga senang masuk ke kotak penalti untuk sekadar memecah konsentrasi lini pertahanan lawan, atau mencari celah untuk mencetak gol.

Jika Persela kembali mengandalkan serangan balik di laga nanti, kecepatan Zainal di sisi sayap akan sangat diandalkan.

SAMSUL ARIF vs BIJAHIL CHALWA

Samsul Arif

Samsul maupun Bijahil sama-sama pernah memperkuat Persibo Bojonegoro. Tipe permainan keduanya pun hampir mirip, yakni mengandalkan kecepatan menggiring bola dan melakukan aksi individu untuk mencetak gol. Keduanya bahkan pernah berduet ketika Persibo bermain di Indonesian Premier League. 

Untuk urusan gol, Samsul lebih ganas dibandingkan Bijahil. Di musim lalu saja, dia adalah top skor Arema dengan mencetak 16 gol di ISL. Bisa jadi, peranan Samsul ini juga dibantu oleh banyaknya gelandang berkualitas yang dimiliki Arema. Sehingga dia sedikit terbantu dengan umpan-umpan bagus untuk dituntaskan menjadi gol.

Bijahil Chalwa

Sementara Bijahil Chalwa beraksi dengan dukungan gelandang yang secara kualitas masih dibawah Arema. Namun, Bijahil tetap akan merepotkan. Satu-satunya yang menjadi kelemahan Bijahil jika dibandingkan dengan Samsul adalah seringnya dia membuang peluang emas yang mampir di kakinya. (gk-48)

Topics