EKSKLUSIF - Alessandro Nesta: Masalah Utama AC Milan Adalah Uang

Topics

Nesta mengklaim Milan tak memiliki banyak dana untuk memboyong pemain baru.

OLEH DEWI AGRENIAWATI Ikuti di twitter

Alessandro Nesta mengakui adanya masalah finansial yang membuat AC Milan kesulitan mengeruk kembali era kejayaannya belakangan ini.

I Rossoneri terpuruk di musim lalu, dengan gagal menembus zona Eropa karena mereka hanya mampu finis peringkat delapan di bawah asuhan Clarence Seedorf.

Dalam rangkaian acara Domikado Football Legend Tour 2014 sepanjang akhir pekan ini, Goal Indonesia berkesempatan wawancara eksklusif dengan Nesta, yang mengungkapkan banyak hal tidak hanya soal Milan, tapi juga masa depan puteranya, Tommaso.

AC Milan mencatat hasil mengecewakan musim lalu, menurut Anda sektor mana yang perlu dibenahi dengan segera oleh Milan?
Menurut saya Milan akan mengalami kesulitan karena mereka tak memiliki banyak uang untuk membeli pemain baru. Ini juga karena kondisi ekonomi di Italia saat ini tidak begitu bagus.

Lalu mereka mendapat pukulan dengan kabar cederanya Riccardo Montolivo. Apakah Milan butuh pemain anyar untuk mengatasi masalah ini?
Milan jelas butuh pemain. Tapi saya tidak tahu siapa, ini semua tergantung pada uang yang mereka miliki.

Jadi problem utama Milan saat ini uang?
Ya, uang. Mereka tak lagi memiliki banyak uang saat ini, karena perusahaan Berlusconi tidak lagi menghasilkan uang banyak seperti sebelumnya. Sebelumnya Anda bisa menghabiskan hingga 100 juta euro, sekarang tidak. Inilah perbedaannya.

Tapi Milan baru saja merekrut Alex dari Paris Saint-Germain, bagaimana menurut Anda mengenai transfer ini?
Bagi saya Alex pemain bagus. Dia bagus untuk Milan. Tapi Milan butuh lebih banyak pemain di belakang, di tengah.

Beredar rumor kepergian Anda dari Lazio pada 2002 untuk menyelamatkan keuangan klub? Bagaimana kondisinya saat itu?
Ya, ketika saya main untuk Lazio tim punya banyak utang. Di tahun yang sama mereka menjual saya, [Hernan] Crespo. Di musim sebelumnya mereka menjual [Pavel] Nedved jadi itu keputusan tepat untuk Lazio.

Setelah sembilan tahun di Lazio dan sepuluh tahun di Milan, Anda memutuskan hijrah ke Montreal Impact? Apa yang mendasari Anda memilih Montreal?
Sebelum merekrut saya mereka mendapatkan Marco di Vaio, salah satu teman baik saya. Lalu dia mengajak saya ‘maukah bergabung di sini sebelum mengakhiri karier?’ saya bilang ‘ya’. Jadi, Di Vaio berperan penting dalam kepindahan saya ke Montreal.

Italia terakhir kali meraih kemenangan pada September tahun lalu dan mereka hanya meraih imbang 1-1 kontra Luksemburg di partai persahabatan terakhir. Apakah ada kekhawatiran besar melihat hasil ini jelang Piala Dunia?
Dalam pertandingan persahabatan, Italia jarang memiliki laga bagus menurut saya. Tap ketika mereka mulai di Piala Dunia atau turnamen lain, seperti Euro, tim berubah. Saya tidak tahu mengapa, karena kami Italia.

Setelah pensiun, Anda ditunjuk sebagai salah satu staf di Montreal. Apakah ini sinyal Anda akan jadi pelatih?
Ya, saya ingin mencoba menjadi pelatih di masa yang akan datang karena saya pikir setelah Anda pensiun dari sepakbola hal terbaik yang dapat Anda lakukan adalah jadi pelatih. Sekarang saya mengambil sekolah pelatih di Italia, saya akan mencoba.

Tim mana yang ingin Anda latih?
Saya belum tahu, tapi saya berusaha melakukannya.

Apakah ada peluang kembali ke Milan menjadi bagian staf pelatih?
Saya? Tidak. Ada banyak pemain yang mencoba melatih di sana, jadi saya tidak memikirkannya.

Bagaimana dengan kans Filippo Inzaghi menjadi suksesor Clarence Seedorf?
Saya tidak tahu. Tapi Pippo belum menandatangani kontrak, belum ada pernyataan resmi. Tapi jika itu terjadi, saya pikir dia akan jadi pelatih hebat.

Putra Anda Tommaso sudah berusia enam saat ini. Apakah Anda melihat bakatnya untuk menjadi pemain seperti Anda?
Dia masih sangat muda, tapi dia suka sepakbola, dia sering main sepakbola. Bagi saya yang terpenting saat ini untuknya adalah belajar. Setelah itu jika dia ingin main sepakbola, oke, tapi saat ini dia harus belajar.

Sepakbola bertahan kerap mendapat kritik belakangan ini, seperti yang terjadi pada Jose Mourinho di Chelsea, bagaimana pendapat Anda mengenai hal ini?
Sekarang orang ingin melihat sepakbola ofensif, karena orang menilai bermain ofensif jauh lebih baik. Tapi Mourinho kadang bermain defensif kadang tidak, tergantung pada permainan dan lawan yang Anda hadapi.

Kedatangan Alessandro adalah untuk ikut serta dalam laga bertajuk Football Legends Tour 2014 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu (7/6), dipersembahkan oleh Domikado - mitra resmi konten digital Piala Dunia FIFA Brasil 2014 untuk mobile dan internet broadband.

Jangan lewatkan Figo, Vieira, Rivaldo dan legenda-legenda lainnya dan dapatkan tiket Anda sekarang melalui RajaKarcis atau di stadion (Plaza Pintu Barat: 5-6 Juni dari pukul 11:00 hingga 17:00 WIB, atau di Pintu Masuk PSSI pada 7 Juni dari pukul 11:00 hingga 19:00 WIB), dan ikuti @domikado untuk mendapatkan perkembangan terkini. Kunjungi legends.domikado.com untuk keterangan lengkap, unduh aplikasi Domikado melalui Google Play dan App Store dan saksikan semua pertandingan Piala Dunia FIFA 2014 secara online.
RESPECT dan FAIR PLAY. Mari berikan komentar yang sehat dan bermanfaat dalam kolom komentar yang telah kami sediakan.

Topics