EKSKLUSIF - Diego Simeone: Barcelona Lebih Komplet Bersama Luis Enrique

KOLOM: Pelatih Atletico Madrid ini menilai Barcelona saat ini sudah bermain sebagai tim, namun juga menyebut Juventus punya peluang sama bagus untuk menang di Berlin.

Ini akan menjadi final yang mengagumkan. Tidak ada tim di Liga Champions musim ini yang lebih konsisten selain Barcelona dan Juventus. Dua tim kuat dengan gaya bermain yang sangat berbeda bakal bertemu di Berlin dan keduanya sama-sama menyasar treble.

Barcelona sedang menjalani musim yang luar biasa. Kekuatan lini depan dan membaiknya lini belakang telah membantu mereka meraih hasil apik di sepanjang musim 2014/15. Mereka sangat impresif dalam menyerang, termasuk ketika melakukan counter-attack. Dengan para penuntas serangan seperti Neymar, Lionel Messi, atau Luis Suarez, mereka punya banyak sekali cara untuk menentukan pertandingan.

Sejak Desember hingga saat ini, mereka telah berkembang sangat pesat. Luis Enrique telah membuat para individu ini bersatu padu sebagai tim. Messi kembali ke posisi sayap kanan, Luis Suarez berada di posisi yang ia lakoni di sepanjang kariernya, Neymar juga. Ini membuat tim lebih komplet. Di sinilah hal hebat dalam sepakbola tercipta: jika para pemain terbaik memahami satu sama lain sebagai tim, segalanya akan terasa lebih kuat.

Barcelona sedang mengalami hal ini seiring pelatih dan pemain memahami apa yang terbaik untuk tim dan bertindak kolektif, bukan individual. Kolektivitas ini akan bertambah kuat dan mereka tidak pernah menengok ke belakang.

Sabtu (30/5) lalu, Messi mencetak gol sangat cantik di final Copa del Rey. Tahun demi tahun, dia terus mengejutkan saya. Musim lalu, dia mungkin tak memiliki konsistensi sehingga kami [Atletico] terbiasa untuk menghadapinya. Namun di musim ini, dia kembali berada di level tertinggi sehingga kami bisa mengharapkan sesuatu yang ajaib terjadi di setiap pekannya.

Di final Copa del Rey, Messi menunjukkan sekali laga betapa hebatnya dirinya. Jika Anda tidak bisa menjaganya sedari awal, dia akan membuat segalanya terasa semakin sulit karena dia bisa melihat sesuatu lebih cepat ketimbang orang biasa. Itulah mengapa dia adalah pemain terbaik di dunia.

Mustahil untuk mengontrol dirinya dalam situasi apapun. Anda mencoba mengontrolnya dengan membatasi ruang geraknya, mencari tahu di mana ia akan bergerak. Tetapi dia akan bergerak maju-mundur, menyisir sayap, dan tiba-tiba berbelok ke kiri. Sangat sulit memikirkan cara untuk mengontrol pemain yang tak bisa dikontrol. Tidak ada cara.

Namun, ini hanya satu pertandingan dan Juventus juga punya peluang sama baiknya dengan Barcelona. Segalanya mungkin terjadi selama 90 menit dan Juventus juga punya senjata: mereka sangat solid dalam bertahan, bagus dalam situasi bola mati, dan memiliki lini depan yang sangat kuat. Mereka mampu bermain dalam laga-laga sulit.

Kita semua membicarakan Barcelona yang begitu brilian, tetapi jangan lupa bahwa Juventus sudah memenangi Coppa Italia dan Serie A. Tim-tim Italia terbiasa untuk berkompetsi di turnamen besar seperti ini. Kita sudah menyaksikan kehebatan Italia di banyak edisi Piala Dunia, Euro, dan kini di Liga Champions.

Bagi Juventus, laga ini juga menarik karena ini akan menjadi laga terakhir bagi beberapa pemain yang sudah bekerja keras di klub selama beberapa musim terakhir. Sepertinya Andrea Pirlo, Carlos Tevez, dan Paul Pogba bakal pindah pada musim panas ini. Mereka tentu ingin pergi dengan sebuah kemenangan.

Lini tengah juga bakal menjadi kunci. Arturo Vidal dan Roberto Pereyra, jika bermain, akan membantu Juventus dalam transisi bertahan ke menyerang. Barcelona akan bermain dengan garis pertahanan tinggi, jadi peran kedua pemain tersebut untuk membuat bola bergulir cepat akan menjadi vital.

Hal sama berlaku untuk Ivan Rakitic dan Sergio Busquets karena mereka bertugas untuk menjadi penyeimbang ketika tim sedang menyerang. Itu membuat Andres Iniesta, Neymar, Suarez, dan Messi bebas menunjukkan kualitas menyerang mereka. Namun tanpa dukungan dari lini tengah, mereka tidak akan mampu melakukannya secara efektif.

Masih di lini tengah, ini juga akan terakhir kali kita melihat Xavi dan Pirlo bermain bersama di laga besar. Mereka adalah pesepakbola luar biasa. Saya bakal menasihati para pemain muda untuk menonton mereka: melihat cara mereka berkompetisi, bertingkah laku di lapangan, cara mereka bergerak, dan kepribadian mereka di luar lapangan. Mereka bermain dengan penuh gaya dan berbeda dari pesepakbola lainnya. Keduanya telah mencatatkan sejarah bagi sepakbola Italia dan Spanyol.

Selain itu, ada prospek duel fantastis antara Messi dan Tevez. Satu dari keduanya akan menjadi juara lagi dan itu akan membuat kami, rakyat Argentina, gembira.

Pada akhirnya, ini akan menjadi tontonan yang hebat.