Empat Pemain Pensiun Dari Timnas Malaysia, Bos Johor Darul Ta'zim Tuntut Perubahan FAM

Bos JDT juga mengungkapkan alasan sebenarnya dari empat pemainnya yang memilih pensiun dini dari timnas Malaysia.

Tim nasional Malaysia sedang dilanda pensiun dini para penggawa andalan mereka. Tercatat, hingga saat ini sudah ada empat pemain yang menyatakan pensiun dini. Mereka adalah Safiq Rahim (29), Aidil Zafuan Abdul Radzak (28), Subramaniam Kunanlan (29), dan Mohd Amirul Hadi Zainal (30).

Menariknya, keempat pemain itu sama-sama berasal dari klub kaya Malaysia, Johor Darul Ta'zim. Sehingga muncul isu bahwa ada upaya penggembosan timnas Malaysia oleh bos JDT, Tunku Mahkota Johor Brigadir Jenderal Tunku Ismail Ibni Sultan Ibrahim. 

Menanggapi isu itu, Tunku Ismail memberikan pernyataan resminya di laman klub. Bahkan, dia mengungkapkan alasan sebenarnya empat pemainnya itu memutuskan mundur, sekaligus mengkritik keras FMLLP (PT Liga-nya Malaysia) dan FAM yang disebutnya sudah terjangkit dengan korupsi.

"Sekarang, saya ingin menyuarakan pendapat jujur saya kepada peminat sepakbola di seluruh negara dan beberapa penyokong setia FAM. Untuk memahami keadaan ini, Anda perlu menggunakan otak Anda, walaupun kebanyakan anda tidak menyukainya," ujar Tunku Ismail. 

"Adalah mudah untuk mengkritik tetapi Anda perlu meletakkan diri Anda di tempat mereka untuk memahami keputusan mereka. Pemain ini mencintai negara mereka. Mewakili negara adalah penghormatan terbesar yang pernah mereka lalui dalam karier mereka. Mereka bukan melakukannya karena tidak suka kepada Malaysia." 

"Mereka melakukan karena mereka adalah manusia seperti Anda dan saya. Mereka melakukan ini karena mereka sudah letih dengan panggilan yang tidak sepatutnya di mana mereka perlu menghabiskan masa berbulan-bulan di kamp latihan dengan latihan yang tidak mencukupi dan tidak memberi manfaat kepada pasukan kebangsaan," jelasnya.

Lebih lanjut, Tunku Ismail menyebut para pemain itu terpaksa bermain untuk sebuah organisasi (FAM dan FMLLP) yang tidak berbuat apa-apa jika ada pemain yang tidak menerima gaji dari klub masing-masing, ataupun mengalami cedera.

"Saya berdiri bersama pemain-pemain ini. Terdapat lebih ramai lagi pemain yang mau mengambil tindakan yang sama seperti pemain JDT lakukan, tetapi mereka terlalu takut dengan pengurusan mereka," tegasnya.

Lebih lanjut, Tunku Ismail juga mengungkapan para pemain itu sudah mencoba berbagai cara untuk menyelesaikan masalah yang ada, dengan menyuarakan pendapat mereka kepada pelatih maupun pengurus FAM. Tapi, para pemain itu disebutnya diabaikan oleh FAM.

"Oleh itu nasihat saya kepada Anda adalah, Anda perlu berdiri bersama pemain dan klub. Minta perubahan dalam FAM. Sama ada mereka suka atau tidak, satu hari nanti mereka perlu berubah," ucapnya.

"Seperkara terakhir, mereka sebelum ini menuduh saya membunuh sepakbola Malaysia. Jawaban saya kepada mereka adalah, jika semua perubahan positif ini dianggap membunuh, saya akan terus membunuhnya," tuturnya.

Topics