Emral Abus Sanjung Kitchee SC

Upaya Emral mengubah permainan untuk mengejar ketertinggalan tidak membuahkan hasil.

Pelatih Persib Bandung di kompetisi Asia, Emral Abus, melemparkan pujian kepada Kitchee SC yang mampu memetik kemenangan 2-0 di Stadion Si Jalak Harupat dalam pertandingan 16 Besar Piala AFC 2015 kemarin.

Menuru Emral, para pemain Kitchee SC bermain sangat cepat, dan mampu mengantisipasi setiap serangan Maung Bandung. Meski Emral sudah mengubah strategi permainan, Persib tetap harus menelan kekalahan di hadapan ribuan Bobotoh.

“Salut dengan Kitchee, mereka tim bagus. Setiap menang bola, mereka cepat menyerang keluar. Ketika kehilangan bola, langsung antisipasi celah yang ada untuk rebut bola lagi. Nomor 9 [Juan Carlos Belencoso], dia punya fisik, dan pengertian bola bagus, kalah bola langsung menekan. Pantas lah memenangkan pertandingan kali ini,” puji Emral.

“Sebetulnya pertandingan kedua tim berjalan bagus, cuma hasil tidak bagus untuk kita. Babak pertama kita kecolongan lewat crossing, tambah lagi dari bola mati, bola rebound. Babak kedua strategi kita ubah, kalah banyak sama saja. Jadi, kita berusaha imbangi, dan kalau bisa menang. Tapi hasilnya tetap sama.”

Emral mengungkapkan, ia telah menginstruksikan anak asuhnya menerapkan umpan-umpan pendek. Hanya saja, berulang kali penggawa Persib mengakhirinya dengan umpan silang dari kedua sayap, meski tidak ada striker yang andal dalam duel udara.

“Itulah sepakbola, kalau gagal harus ganti strategi. Dari awal kita katakan jangan main bola atas, karena akan percuma, karena postur yang berbeda. Tapi ya itulah sepakbola,” tuturnya.

Di singgung absennya Vladimir Vujovic memberikan pengaruh terhadap performa lini pertahanan, Emral tak menampiknya. Menurutnya, hal tersebut membuat tim lawan lebih percaya diri untuk bisa menaklukan sektor belakang.

“Bagi kami siapa yang main sama saja. Hanya saja [absennya Vujovic] membuat tim lawan lebih pede. Kita hanya punya satu asing di pertandingan tadi, hanya Konate Makan saja. Itu mungkin yang buat mereka unggul,” imbuh Emral

“Kita lihat babak kedua Persib lebih banyak frekuensi menyerang. Tapi lawan berusaha pertahankan kemenangan dengan serangan balik. Beberapa kali kita juga sedang asyik menyerang bisa dimanfaatkan mereka.” (gk-52)

Topics