Erol Iba Lega Bisa Ikut Mencoblos

Erol menjadi satu-satunya pemain SFC dari luar daerah yang bisa mencoblos pada Pilpres 2014.

LIPUTAN MUHAMMAD IQBAL DARI PALEMBANG

Pemain veteran Sriwijaya FC, Erol Iba, mengaku lega bisa ikut mencoblos pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2014, Rabu (9/7) ini. Erol menjadi satu-satunya pemain SFC dari luar daerah yang bisa menyalurkan hak suaranya pada Pilpres kali ini.

Pasalnya, hanya Erol yang memiliki formulir A5 sebagai syarat sah untuk mencoblos bagi pemain yang beralamatkan di luar Palembang. Pemain berusia 34 tahun ini mendapatkan kiriman formulir A5 dari keluarganya di Padang, sehari sebelum pelaksanaan Pilpres 2014.

"Alhamdulillah kewajiban saya sebagai warga negara sudah tersalurkan. Saya nyoblos di TPS dekat Mess Pertiwi, jam 07.30 WIB," kata Erol, kepada Goal Indonesia.

"Saya selalu nyoblos (pilpres) di mana pun saya bermain," tegasnya. Dia pun merasa yakin calon Presiden pilihannya adalah sosok yang tepat untuk memimpin bangsa Indonesia.

"Insya Allah jika terpilih, mereka dapat menjalankan apa yang telah disampaikannya dan sesuai dengan harapan bangsa ini," tuturnya.

Sayangnya, nasib para penggawa SFC dari luar daerah lainnya tidak sebaik Erol pada Pilpres kali ini. Sebut saja Siswanto, Asri Akbar, dan Selzius Gebze. Bahkan, pelatih SFC, Subangkit, pun juga harus rela menjadi golput (sebutan orang yang tidak ikut mencoblos dalam pemilihan umum) di Pilpres 2014.

Mereka tidak memiliki formulir A5 seperti Erol. Padahal, mereka sangat ingin ikut dalam pesta demokrasi kali ini.

"Tahun ini terpaksa golput, padahal saya ingin sekali memberikan suara saya. Satu suara sangatlah berarti untuk salah satu pasangan. Kalau dulu saat saya di Persekabpas (2004) dan Persema (2009), saya selalu nyoblos," kata Siswanto.

"Rencananya tadi mau nyoblos di tempat Toldo (kiper SFC) pakai KTP, tapi ternyata tidak bisa kalau tidak ada formulir A5. Kalau ada libur dua hari saja, pasti saya nyoblos di Bandung (izin pulang)," tambah mantan penggawa Persib Bandung itu.

Hal senada juga dituturkan Subangkit. "Katanya bisa pakai KTP, tapi pas saya ke TPS ternyata tidak bisa, harus ada formulir A5," imbuh pelatih asal Pasuruan itu.(gk-55)

>

RESPECT dan FAIR PLAY. Mari berikan komentar yang sehat dan bermanfaat dalam kolom komentar yang telah kami sediakan.