Fakta-Fakta Final Piala FA 1990: Manchester United - Crystal Palace

Mengulik masa lalu, kami hadirkan deretan fakta duel pertama Manchester United kontra Crystal Palace di final Piala FA 1990 silam.

Hiruk pikuk sepakbola di Inggris pada musim 2015/16 ini belum benar-benar berakhir. Masih ada satu laga lagi yang harus dimainkan, yakni final turnamen sepakbola tertua dunia, Piala FA, yang kali ini mempertemukan Manchester United kontra Crystal Palace.

Duel ini merupakan kesempatan terakhir United menutup musim dengan perolehan gelar. Partai ini juga disinyalir jadi kans terakhir manajer mereka, Louis van Gaal, mempertahankan posisi, mengingat musim depan Jose Mourinho diyakini siap menggantikan kursinya.

Sementara untuk Palace, pencapaian mereka ke final merupakan satu kejutan besar. Ini jadi kesempatan mereka untuk merengkuh trofi mayor perdana dalam sejarah klub. Sang manajer, Alan Pardew, beserta skuatnya bersiap jadi legenda terbesar klub.

Namun siapa yang menyangka bila duel antara United dan Palace merupakan ulangan Piala FA 1990 silam. Kala itu The Red Devils keluar sebagai juaranya, dengan mengalahkan The Glaziers melalui partai replay dengan agregat 4-3.

Guna menyambut final ulangan tersebut akhir pekan nanti, kami pun mengajak Anda kembali pada momen 26 tahun silam untuk melihat deretan fakta tersaji, yang mungkin saja menstimulasi hasil akhir pertandingan esok. Simak!

FAKTA-FAKTA FINAL PIALA FA 1990

  • Final dilaksanakan dalam dua laga, karena partai pertama berakhir imbang 3-3. Duel replay kemudian dimenangi United 1-0 lewat gol tunggal Le Martin. Gol itu merupakan gol keduanya sepanjang membela Setan Merah.
  • Kemenangan tersebut membawa United menyamai torehan Aston Villa dan Tottenham Hotspur saat itu, yang mengoleksi tujuh Piala FA.
  • Sebaliknya, bagi Palace ini adalah kali pertama mereka tampil di final turnamen mayor dan berujung kekalahan. Laga itu juga sekaligus jadi penanda mereka kembali ke divisi utama, setelah 'menghilang' nyaris sedekade lamanya.
  • Ini adalah kali pertama final FA digelar dengan semua tribun memiliki bangku penonton, menyusul Wembley yang sebelumnya direnovasi pada musim gugur 1989.
  • Sebulan sebelum final, UEFA mengumumkan pencabutan sanksi pada tim Inggris untuk berlaga di turnamen Eropa. Mereka bisa berpartisipasi lagi mulai musim 1990/91, asalkan para fans Inggris berperilaku baik selama gelaran Piala Dunai 1990.
  • Inggris menjawabnya, dengan United yang kemudian jadi juara Piala Winners 1991. Gelar Piala FA dan Piala Winners kemudian jadi titik balik The Red Devils, karena mereka kemudian meraih lebih dari 20 trofi mayor dalam 20 tahun ke depan.
  • Andai saja Palace yang jadi juara Piala FA, itu akan jadi trofi mayor pertama mereka, sekaligus lolos ke kompetisi Eropa untuk kali pertama sepanjang sejarah klub.
  • Palace jadi klub terakhir di final Piala FA yang skuatnya dihuni oleh seluruh pemain berkebangsaan Inggris.
  • Gelar United tersebut, sekaligus jadi gelar ketiga Piala FA bagi Bryan Robson. Ia total mencetak tiga gol di partai final Piala FA.
  • Hanya Mark Hughes dan Bryan Robson yang jadi anggota United di final Piala FA 1990, sejak terakhir kali klub mereka menjuarainya pada 1985.
  • Gelar ini jadi trofi mayor perdana United di bawah asuhan manajer yang kemudian jadi manajer terbesar sepanjang sejarah mereka, yakni Sir Alex Ferguson.
  • Sebelum duel final, media-media Inggris santer mengabarkan bahwa Fergie akan segera dipecat manajemen United jika gagal menggondol Piala FA.
  • United merekam lagu "We Will Stand Together" untuk final Piala FA ini.
  • Sementara Palace merekam ulang lagu kebanggaan klub "Glad All Over".
  • Usai menjuarai Piala FA 1990, hingga kini United sukses menambah empat gelar Piala FA lagi dari tujuh final yang mereka lalui. Total 11 Piala FA terpajang indah di museum trofi mereka.
  • Sementara Palace tak pernah lagi sampai ke final Piala FA, hingga kembali pada musim ini.