Fan Ini Habiskan Rp330 Juta Demi Menyerupai David Beckham

Seorang remaja pengangguran di Inggris telah menghabiskan uang tunjangan hingga lebih dari £20 ribu untuk operasi plastik supaya bisa mirip David Beckham.

Seorang remaja pengangguran di Inggris mendadak jadi pembicaraan khalayak ramai setelah mengaku menghabiskan lebih dari £20 ribu (sekitar Rp330 juta) uang tunjangan untuk operasi plastik demi bisa memiliki wajah menyerupai idolanya, David Beckham.

Diundang ke acara televisi This Morning pada Senin (26/9) kemarin, pemuda berusia 19 tahun tersebut, Jack Johnson, telah melakukan beragam transformasi, termasuk pada gigi, pipi, alis, plus suntik botox di bagian dahinya, dan tak ketinggalan setiap bulan ia menerima tan injection – suntik untuk menggelapkan kulit.

Belum cukup sampai di situ, Jack masih berencana menempuh operasi lagi buat menyusutkan bobot tubuh setelah mengaku diet dan olahraga tidak berhasil untuknya. Semua demi satu tujuan: punya fisik serupa sang eks bintang Manchester United dan Real Madrid.

“Saya menyukai gaya hidupnya [Beckham], saya menyukai penampilannya. Jika saya mirip dengannya saya merasa jauh lebih baik tentang diri saya sendiri di dalam,” ungkap Jack.

Sebelumnya, remaja asal Bulwell, Nottingham, ini juga pernah menyatakan kepada Nottingham Post: “Saya selalu ingin terlihat mirip dengannya karena tak ada orang di planet ini yang bisa mengatakan dia jelek.”

Tak ayal, beragam reaksi muncul di jagat maya seiring kemunculan Jack di televisi.

Tak sedikit yang mengecam, terlebih lagi ia membiayai operasi plastik dari uang benefit – semacam pinjaman tunjangan dari pemerintah Inggris untuk warga kurang mampu dan pengangguran – dan menyebut penampilannya tetap jauh sekali dari Becks.

Sementara, banyak juga yang mencoba bersimpati dan menasihati Jack agar belajar mencintai dirinya sendiri.

Phillip Scofield, salah satu pembawa acara This Morning, juga mengatakan langsung kepada Jack: “Tidakkah itu akan membuatmu lebih sedih? Kau tak akan terlihat mirip David Beckham dan terlilit utang besar sekali. Yang menjadi keprihatinan saya adalah kau telah menetapkan target yang sangat masif sehingga kau tak akan pernah sampai ke level kebahagiaan tersebut.”