Fans PSS Sleman Bentrok Dengan Polisi

Duel antara PSS dan Persepam yang berakhir imbang ini juga diwarnai dua kartu merah.

Pertandingan PSS Sleman melawan Persepam Madura Utama di 16 Besar Indonesia Soccer Championship (ISC) B 2016 di Stadion Maguwoharjo, Sabtu (1/10) sore WIB, diakhiri dengan bentrokan antara polisi dan fans tuan rumah.

Kericuhan ini diwarnai aksi saling lempar, sehingga membuat korban luka berjatuhan. Petugas kepolisian kemudian melepaskan tembakan gas air mata untuk membubarkan massa sekaligus mencegah kerusuhan meluas.

Selain kericuhan tersebut, pertandingan antara PSS dan Persepam ini juga diwarnai perkelahian antarpemain yang melibatkan Eko Pujiyanto dan Reza Mustofa. Akibatnya, wasit memberikan kartu merah kepada kedua pemain tersebut di menit ke-72.

Tuan rumah berhasil unggul lebih dulu melalui sontekan Tri Handoko Putro memanfaatkan sepak pojok di menit-38. Namun Persepam mampu menyamakan kedudukan setelah Faris Aditama sukses meneruskan umpan silang Qischil Gandrun Minny di menit-58.

Pelatih Persepam Jaya Hartono mengatakan, perubahan skema penyerangan pascatertinggal satu gol menjadi kunci sukses Persepam di pertandingan ini. Jaya juga menyesali kartu merah yang diberikan wasit kepada Reza.

“Bukan insiden itu yang saya sesalkan, melainkan kartu merahnya. Sementara kami membutuhkan Reza di posisi second striker. Dia memiliki pengalaman dan berani membawa bola. Kami jelas akan kehilangan Reza,” ujar Jaya.

Sementara pelatih PSS Seto Nurdiantara merasa timnya masih memiliki banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan. Selain kurang tajamnya lini depan, kelengahan pemain belakang juga perlu diperbaiki.

“Kami memiliki banyak sekali peluang, tetapi hanya satu gol yang tercipta. Selain itu, komunikasi antara kiper dan pemain belakang saat ada bola silang juga harus diperbaiki. Beberapa kali kami kemasukan melalui skema tersebut,” jelasnya.