FAS Minta Dua Pelatih Timnas Setop Adu Argumen

Topics

FAS merasa kecewa dengan sikap Stange dan Aide yang saling menyalahkan secara terbuka melalui media.

Federasi sepakbola Singapura (FAS) meminta pelatih timnas senior Bernd Stange, dan mantan arsitek timnas U-23 Aide Iskandar agar menghentikan sikap saling menyalahkan melalui media massa menyusul keterpurukan The Young Lions di SEA Games 2015.

Singapura U-23 gagal ke semi-final setelah di laga pamungkas Grup A menelan kekalahan 1-0 dari Indonesia U-23. Hasil itu membuat Singapura gagal mewujudkan ambisi meraih medali emas untuk kali pertama di ajang SEA Games, dan terjadi ketika mereka menjadi tuan rumah.

Aide menyebut kebijakan departemen tim nasional (NTD) di bawah kendali Stange membuat dirinya mendapat 'tantangan' untuk membentuk tim, termasuk perubahan pelatih fisik dan kiper.

Stange juga memilih memasukkan Sahil Suhaimi dan Faris Ramli ke LionsXII yang berkompetisi di Malaysia Super League (MSL), dibandingkan ke tim besutan Aide enam bulan sebelum SEA Games berlangsung.

Merasa diserang, Stange pun memberikan balasan. Menurut Stange, dikirimnya Sahil dan Faris ke dalam LionsXII berdasarkan permintaan Aide. 

Sekjen FAS Winston Lee mengatakan, federasi kecewa dan terganggu dengan ulah kedua pelatih itu melalui media massa. Menurut Lee, seharusnya Stange dan Aide menyelesaikan perbedaan di jalur eksekutif komite (Exco), yang akan mengevaluasi performa timnas U-23 pada akhir bulan ini.

“Kami menyadari para pelatih sepakbola umumnya mempunyai pandangan masing-masing mengenai apa yang harus dilakukan. Kami harapkan mereka menyelesaikan perbedaan, dan permasalahan demi sepakbola Singapura,” ujar Lee kepada suratkabar Today.

“Pertemuan departemen tim nasional juga menjadi forum alternatif bagi mereka untuk mendiskusikan, dan memecahkan permasalahan. Kami sangat kecewa, dan terganggu dengan dua pelatih yang memilih mendebatkannya secara terbuka kepada publik. Kami sudah bicara dengan mereka, dan berusaha menyelesaikannya.”