FC Internazionale Beruntung Punya Stevan Jovetic

Ujian lebih berat segera tiba, Inter tidak boleh terus bergantung pada Jovetic, lini kedua harus lebih maksimal dalam upaya meraih kemenangan.

FC Internazionale sukses merengkuh kemenangan kedua secara beruntun di awal musim Serie A Italia 2015/16, dengan menaklukkan Atalanta 1-0 di Giuseppe Meazza sebelum menumbangkan tuan rumah Carpi.

Satu hal yang identik dengan dua kemenangan Nerazzurri tersebut adalah sang pencetak gol. Ya, tiga gol dalam dua pertandingan, semuanya diborong oleh striker anyar yang didatangkan musim panas ini dari Manchester City, Stevan Jovetic.

Pemain Montenegro tersebut langsung mengeluarkan magisnya pada laga debut Serie A bersama Inter, ia mencetak gol individu sensasional di menit injury time babak kedua melalui tembakan akurat dari luar kotak penalti. Dan Jovetic kembali memamerkan kualitasnya pada laga kedua saat bertandang ke markas Carpi.

Tim promosi itu menerapkan permainan defensif sehingga Inter kesulitan mencari peluang meski mendominasi laga. Namun, dengan insting tajam, Jovetic menyambut umpan lambung Fredy Guarin dari tengah lapangan dengan cantik untuk menciptakan gol pembuka, dan kekuatan mentalnya juga teruji dengan sukses menjadi eksekutor penalti pada menit-menit akhir untuk memastikan kemenangan Inter di Stadio Alberto Braglia.

Bergantungnya Inter pada sosok Jovetic sebenarnya sudah tampak di pra-musim. Sejak memulai pra-musim di Tiongkok, La Beneamata selalu tumbang dan tidak berhasil mencetak satu gol pun, demikian juga ketika bertandang ke markas Galatasaray ketika Jovetic hanya duduk di bangku cadangan, mereka tumbang dengan skor 1-0.

Jovetic kemudian memberi kemenangan pra-musim pada Inter setelah beberapa laga, dengan menyumbang satu gol ke gawang Athletic Bilbao yang akhirnya dimenangkan tim dengan skor 2-0.

Namun, meski demikian, Inter tidak boleh selalu menggantungkan harapan pada Jovetic di setiap pertandingan. Bagaimanapun juga, ia membutuhkan dukungan dari lini kedua, yang terlihat masih belum maksimal meski berhasil meraih poin sempurna sejauh ini.

Pada pertandingan melawan Carpi, Inter dihadapkan dengan benteng yang sangat tebal. Tidak adanya Kovacic memberi dampak yang sangat signifikan, tidak ada pemain yang sangat mumpuni dalam melakukan penetrasi sehingga serangan Inter kerap patah. Dalam 24 kali percobaan melewati lawan, hanya 50 persen atau 12 upaya yang membuahkan hasil, itupun setengahnya berada dalam daerah sendiri.

Alhasil, Guarin mengambil inisiatif mengirim umpan panjang yang beruntung dikonversi dengan sempurna oleh Jovetic. Mengapa beruntung? Karena sebenarnya jarang yang bisa memaksimalkan umpan lambung dari pemain asal Kolombia tersebut. Hal tersebut bisa dilihat dari 105 umpan silang yang dilakukan Guarin musim lalu, hanya 15 persen yang bisa disambut oleh rekannya.

Perlunya pemain yang mampu melakukan penetrasi juga  semakin terlihat di menit-menit akhir pertandingan melawan Carpi saat skor imbang. Di saat waktu semakin menipis dan dihadapkan dengan tebalnya pertahanan Carpi, Guarin nekat mencoba melakukan penetrasi dan hal tersebut berbuah positif, ia dijatuhkan di kotak terlarang sehingga Inter mendapatkan penalti yang menghasilkan gol kemenangan oleh Jovetic.

Guarin memang membuktikan kualitasnya di laga itu, tetapi pemain asal Kolombia tersebut memiliki masalah dalam konsistensi sehingga sulit untuk mengandalkannya di setiap pertandingan. Dan kedatangan Ivan Perisic dari Wolfsburg diharapkan bisa menambal kekurangan Internazionale tersebut.

Pemain asal Kroasia itu diharapkan bisa memperkuat daya dobrak Internazionale dan membantu mengangkat beban Jovetic di lini depan. Terlebih lagi, pertandingan berikutnya akan memberi ujian yang sesungguhnya bagi Inter, yaitu Derby della Madonnina menghadapi AC Milan.