FIFA Bela Blunder Yuichi Nishimura

Ketua perwasitan FIFA menyebut wasit pemimpin laga pembuka Piala Dunia 2014 tersebut diizinkan untuk memberikan penalti karena memang ada kontak dari kedua pemain.

OLEH SANDY MARIATNA Ikuti di twitter

Isu kontroversi yang melanda partai pembuka Piala Dunia 2014 antara Brasil dan Kroasia terus bergulir. Kali ini, ketua perwasitan FIFA Massimo Busacca membela wasit Yuichi Nishimura yang banyak dikecam atas kepemimpinan di laga tersebut.

Wasit asal Jepang tersebut dinilai telah membuat keputusan berat sebelah. Yang paling mencolok adalah insiden penalti di menit 70 ketika Nishimura menilai Dejan Lovren telah melanggar Fred dalam area terlarang. Tayangan ulang menunjukkan hanya terjadi sedikit kontak. Neymar pun sukses mengonversi penalti tersebut sebelum Oscar menutup laga dengan keunggulan 3-1.

Selain insiden tersebut, beberapa kali Nishimura melakukan keputusan yang layak diperdebatkan seperti tidak menghukum Neymar yang kedapatan menyikut Luka Modric di babak pertama dan juga menganulir gol Ivan Perisic setelah sebelumnya terjadi pelanggaran Ivica Olic terhadap kiper Julio Cesar.

Selepas laga, para pemain dan ofisial Kroasia mengecam sang wasit. Meski demikian, Busacca merasa Nishimura berhak memutuskan penalti tersebut karena memang terjadi kontak antara Fred dan Lovren.

“Wasit [Nishimura] fokus pada situasi dan gestur Lovren yang menarik Fred dengan tangannya. Seberapa keras pelanggaran tersebut? Hitam dan putih insiden tersebut adalah sesuatu yang bisa didiskusikan. Banyak yang berkata ya, dan banyak pula yang berkata tidak,” ujar Busacca.

“Wasit berada dalam posisi penglihatan yang baik. Di lapangan, dia hanya memiliki waktu sedetik untuk membuat keputusan. Namun, wasit bukanlah bek atau penyerang yang mengerti apakah itu penalti atau bukan. Memang ada kontak di sana, dengan tangan kiri dan kanan. Jika seorang pemain membuat kontak, maka wasit diizinkan untuk membuat satu keputusan,” tambahnya.

Meski demikian Busacca masih enggan menjawab pertanyaan apakah Nishimura masih akan bertugas di partai Piala Dunia selanjutnya. “Masih terlalu dini mengatakannya karena kami belum menganalisis performanya secara keseluruhan. Sebuah pertandingan berlangsung selama 90 menit, bukan hanya pada satu insiden saja,” tandasnya.

RESPECT dan FAIR PLAY. Mari berikan komentar yang sehat dan bermanfaat dalam kolom komentar yang telah kami sediakan.

Topics