Final Piala Polda Jateng Urung Digelar

Polda Jateng menyarankan panpel agar dua laga final digelar di tempat netral tanpa penonton.

Kesepakatan antara panitia pelaksana (panpel) Piala Polda Jateng 2015, Persis Solo, dan PSIS Semarang terkait laga final ternyata belum mendapat respon positif dari kepolisian setempat. Laga leg kedua final yang diagendakan hari ini di Stadion Manahan batal digelar akibat tidak mendapat izin keramaian.

Pihak kepolisian Polda Jawa Tengah tidak mengeluarkan izin pertandingan yang rencananya dimulai pukul 21.00 WIB sebagai buntut kerusuhan antarsuporter di leg pertama di Stadion Jatidiri. Perizinan ini tidak hanya laga di Stadion Manahan saja, melainkan lanjutan leg pertama yang rencananya digelar di Stadion Jatidiri, Selasa (14/7).

Batalnya laga yang sudah ditunggu kedua tim ini tentu saja menimbulkan kekecewaan dan kerugian bagi Persis maupun PSIS. Panpel telah mencetak 24 ribu lembar tiket, dan mempersiapkan diri terkait penyelenggaraan laga. Ketua panpel Persis Heri 'Gogor' Isranto menyesalkan keputusan kepolisian yang tak mengeluarkan izin keramaian.

“Dari hitungan kami, secara materiil kerugian sekitar Rp35 juta untuk persiapan pengadaan tiket, perizinan, dan persiapan lainnya. Tak hanya materiil, kerugian moril juga kami derita,” ungkap Gogor.

Polda Jateng memberikan opsi untuk mengeluarkan izin jika leg pertama maupun leg kedua digelar di tempat netral, tanpa kehadiran penonton. Hal itu disampaikan dalam pertemuan antara manajemen, panpel, suporter PSIS-Persis, dan Polda Jateng di Hotel Serata, Semarang, Jumat (10/7) malam.

Ketua Panitia Aam Ichwan masih melobi Kapolda Jateng Irjen Pol Nur Ali agar final bisa digelar sesuai jadwal. Hal ini terkait dengan kesiapan Persis menjadi tuan rumah.

“Kami masih belum bisa bertemu Kapolda untuk membahas persoalan ini,” kata Aam.

Dalam pertemuan yang berlangsung hingga pukul 21.00 WIB tersebut, kedua kubu bersepakat menandatangani perjanjian final tetap digelar sesuai jadwal. Isi dari kesepakatan tersebut di antaranya, panpel masing-masing tim menjamin keamanan tim tamu mulai datang hingga pulang dari pertandingan. Suporter tamu tidak diperkenankan datang saat timnya menjalani pertandingan tandang.

Nota kesepakatan itu diteken direktur sport PT Persis Solo Saestu, Totok Supriyanto, Gogor, Menhakam Pasoepati Iwan Walet, direktur teknik PSIS Setyo Agung Nugroho, ketua panpel PSIS Pujianto, sekretaris Panser Biru Wisnu, dan ketua Snex Agus Junianto.

Aam menuturkan, nota kesepakatan itu berlaku jika Kapolda Jateng memberikan izin sesuai jadwal yang ada. Namun, kesepakatan tersebut akan gugur bila Kapolda tidak mengizinkan. Dengan kondisi itu, Persis, PSIS, maupun panpel akan menjadwal ulang pertandingan di tempat netral.

Direktur Sport PT Persis Solo Saestu Totok Supriyanto mengharapkan keputusan Polda Jateng dapat dikaji kembali.

“Awal pelaksanaan turnamen ini adalah semangat kebersamaan. Masing-masing tim juga sudah siap menanggung keamanan dari tim tamu, serta tidak memberikan kuota kepada suporter Semarang,” ujar Totok.

Sementara, direktur teknik PSIS Setyo Agung Nugroho menyatakan, tim Mahesa Jenar sudah siap tempur menghadapi Persis di Stadion Manahan dengan penonton, atau digelar di tempat netral tanpa penonton.

“Kami tetap menghormati keputusan Polda Jateng. Karena dari segi keamanan, mereka jauh lebih mengetahui,” tegas Agung. (gk-18)