FOKUS: Atletico Madrid, Satu Episode Lagi Untuk Wujudkan Mimpi

Pasukan Diego Simeone hanya terpaut 90 menit pertandingan untuk menciptakan salah satu kisah paling menakjubkan sepakbola Eropa.

FOKUS KRIS VOAKES PENYUSUN GUNAWAN WIDYANTARA Setelah menghajar Chelsea 3-1 di Stamford Bridge dan mewujudkan partai final paling mustahil terjadi sepanjang sejarah Liga Champions, Atletico Madrid semakin dekat untuk merampungkan mimpi terbesar mereka.'Si pembuat matras' alias Los Colchoneros (baca di sini untuk mengetahui asal muasal julukan Atletico Madrid), memperlihatkan performa tandang menakjubkan dengan keluar dari textbook yang biasa mereka pergunakan sepanjang musim yang menganarkan tim berjarak tiga kemenangan untuk mewujudkan gelar ganda.Di saat klub-klub raksasa Eropa - termasuk Chelsea - menggunakan kekuatan finansial untuk mendatangkan sejumlah pemain hebat, underdog asal Spanyol merangkai petualangan indah dan membidik kejayaan di Eropa dengan skuat ringkas yang berhuni sejumlah pemain 'reject' namun Diego Simeone dengan kejeniusannya sanggup menciptakan sebuah tim solid.Waktu terasa berjalan cepat, pasukan pelatih Argentina sanggup mengukir salah satu kisah paling menawan dalam sejarah sepakbola Eropa.Hasil imbang tanpa gol di Vicente Calderon jadi rangkaian terciptanya dongeng sempurna. Sikap Chelsea yang seolah-olah tidak mau mencetak gol tandang menjadi bumerang karena ketika Atleti sanggup mencetak satu gol di Stamford Bridge yang menyamakan kedudukan, segalanya seperti telah berakhir bagi tim perwakilan Inggris.Jika bukan Atletico mungkin banyak tim yang sudah mengibarkan bendera putih sesaat setelah Fernando Torres membuat seisi stadion bersorak kegirangan di balik sikap dingin penolakan perayaan gol dari sang bintang, tetapi penggawa Diego Simeone tidak dilahirkan dari situasi mudah. Mereka menjadi bertranformasi menjadi bintang setelah melalui sejumlah pengalaman pahit, Atletico punya mental baja.
Kegagalan Eden Hazard mengawasi pergerakan Juanfran berakhir dengan sepakan Adrian Lopez yang menggetarkan gawang Mark Schwarzer. Sejak detik ini pula tidak ada yang meragukan laju Atleti ke Lisbon. Diego Costa kemudian menambah gol dari titik putih setelah Samuel Eto'o melanggarnya di kotak terlarang lalu kemenangan disempurnakan Arda Turan usai aksinya sempat mengenai mistar gawang. Game Over.Jika ditelisik lebih jauh, hasil akhir pertandingan bisa saja 5-1 atau bahkan enam gol untuk Atleti. Tim ibu kota Spanyol seperti menginjakkan kaki di leher lawan, bukan hanya karena Chelsea yang terlihat lemah namun sebagian besar disebebkan mereka memang tahu betul cara memainkan sepakbola.Simeone sukses menyuntikkan etos kerja di atas rata-rata pada timnya. Mereka sempat diprediksi gagal di bulan Februari namun tidak terjadi. Mereka juga diragukan pada bulan Maret dan April tetapi di awal Mei fakta berbicara, tinggal enam poin yang mereka butuhkan untuk menjadi raja sepakbola Spanyol plus menggenggam tiket penerbangan ke Lisbon.
Tiago Mendes kepada Sky Sports mengatakan Diego Simeone telah mengubah Atleti secara keseluruhan."Saya pikir peranan Simeone sangat besar," ungkapnya. "Dia mengubah mentalitas tim. Kami bekerja bersama, bekerja layaknya sebuah tim. Saya rasa dengan gaya seperti ini kami adalah tim terkuat di dunia dan pantas mendapatkan apa yang telah diraih.""Memang benar, Atleti belum mendapatkan apapun tetapi tidak lama lagi."Dengan sentuhan Simeone, Atleti baru saja memperlihatkan cara sebuah klub bekerja dengan sumber minimalis. Mereka tidak banyak mengeluh dan menolak menyerah ketika berhadapan dengan tim-tim yang sudah mendapat label raksasa. Atleti memberi bukti punya mental, taktik dan pendekatan fisik secara tepat. Mereka juga membuktikan semua klub sejatinya bisa menemukan cara untuk mengalahkan tim yang diasumsikan lebih baik.AC Milan, Barcelona dan Chelsea semua dihajar oleh tim yang memang lebih baik. Mereka semua dipukul oleh sebuah tim yang lebih solid atau mudahnya oleh permainan kolektif.Pasukan Simeone penuh kehati-hatian, mereka tetap waspada di tengah-tengah kegemaran berpetualang. Mereka tersusun rapi dengan semangat berkobar. Tim ini adalah model - di tengah lapangan - yang wajib diikuti tim-tim berlabel underdog lainnya di dunia. Dan hal terpenting sekarang ini, mereka sedang berjalan ke final Liga Champions di Lisbon menantang rival lokal, Real Madrid.Dongeng indah Atleti tinggal menyisakan satu episode lagi.

Ikuti Kris Voakes di

RESPECT dan FAIR PLAY. Mari berikan komentar yang sehat dan bermanfaat dalam kolom komentar yang telah kami sediakan.

Topics