FOKUS: Desember, Kans AS Roma Telikung Juventus

AS Roma punya kans yang cukup menjanjikan menelikung Juventus di puncak klasemen Serie A Italia dan menjadi juara paruh musim.

OLEH TAUFIK BAGUS

Status sebagai juara paruh musim mungkin tak seeksklusif memenangi scudetto. Tapi memberikan hadiah posisi Capolista bagi fans di liburan Natal dan akhir tahun tentunya menjadi hadiah yang tak bisa ditolak begitu saja.
Kado itu yang ingin diberikan AS Roma kepada fans mereka di bulan ini. Dengan hanya menjalani empat laga sebelum jeda kompetisi musim dingin, ada kans besar buat Francesco Totti cs menjadi capolista di pertengahan musim.

Saat ini, di klasemen sementara Serie A Italia, hingga giornata ke-13, AS Roma masih bercokol di peringkat dua dengan 31 angka. Perolehan angka tersebut masih tertinggal tiga poin dari Juventus.

Dengan empat pertandingan yang harus dijalani di bulan Desember, tiga di antaranya di Serie A dan satu laga lain di ajang Liga Champions, Rudi Garcia bisa dengan leluasa mengatur skuatnya dan menentukan skala prioritas laga untuk dijalani.

Setelah menumbangkan FC Internazionale di Olimpico akhir minggu lalu, AS Roma punya masa istirahat panjang untuk memulihkan kondisi mereka. Sassuolo menjadi lawan kedua yang harus dihadapi di bulan Desember.

Bagaimana potensi AS Roma untuk menang? Besar. Selain laga harus dijalani di Olimpico, yang mana AS Roma dikenal sebagai tim yang selalu menang di kandan sendiri, lawan yang dihadapi di atas kertas juga bisa mudah ditaklukkan. Secara rekor pertemuan kedua tim, AS Roma memiliki rekor kemenangan yang lebih meyakinkan dibanding rival mereka itu.

Tapi, dengan Manchester City menjadi lawan berikutnya di Liga Champions, di mana AS Roma harus menjalani partai krusial dan minimal meraih seri untuk lolos ke babak berikutnya, Rudi Garcia mungkin akan melakukan sedikit rotasi di skuatnya untuk menjaga kebugaran pemain dan menghindari cedera.

Laga terakhir di Grup E Liga Champions ini memang sangat menentukan nasib AS Roma. Jika kalah, bukan hanya mereka harus menanggung malu karena takluk di depan pendukung sendiri, tapi juga tersingkir dari ajang Liga Champions dan bisa saja gagal melanjutkan kiprah di kompetisi Eropa lainnya, dalam hal ini Liga Europa, dengan catatan CSKA Moskwa bisa setidaknya meraih hasil imbang melawan Bayern Munich, yang sudah memastikan lolos ke-16 besar Liga Champions.

Partai hidup mati ini juga bisa saja menguras energi pemain AS Roma jelang melawan Genoa di kandang lawan pada 14 Desember. Namun, sekali lagi, AS Roma memiliki keuntungan tersendiri dalam hal catatan pertemuan kedua tim yang lebih baik.

Partai terakhir sebelum jeda kompetisi adalah melawan AC Milan di Olimpico, yaitu pada 21 Desember. Ya, AS Roma mendapat waktu seminggu penuh untuk menjalani masa istirahat, memulihkan tenaga dan bersiap menghadapi laga bigmatch sebelum jeda kompetisi.

Akan sulit menebak hasil laga ini, tapi bila bisa mempertahankan rekor 100 persen kemenangan di kandang, AS Roma punya kans besar memuncaki klasemen, dengan harapan Juventus terjegal sebelum kompetisi memasuki masa hiatus.

Apakah ada kemungkinan semua berjalan lancar buat AS Roma? Tentunya ada, tapi juga ada peluang terjadi yang sebaliknya.

Bila berbicara mengenai strategi dan skema bermain yang diaplikasikan Rudi Garcia, sepertinya skuat AS Roma bisa menerima dan menjalankan instruksi sekaligus mengadopsi permintaan pelatih dengan baik.

Tapi bila melihat kondisi pemain, hal ini bisa menjadi salah satu batu sandungan buat AS Roma untuk melanjutkan tren positif mereka.

Saat ini, barisan belakang AS Roma pantas mendapat sorotan. Bukan karena rapuh, tapi lebih kepada absennya pemain belakang secara bergantian, bahkan tak jarang bersama-sama.

Di laga minggu lalu, sejumlah bek seperti Vasilis Torosidis, Leandro Castan, Mapou Yanga-Mbiwa, Federico Balzaretti dan Douglas Maicon sudah absen. Situasinya ini mungkin akan berlanjut hingga pertengahan Desember, bahkan bisa sampai jeda kompetisi.

Hal ini bisa menjadi masalah besar, terutama bila ada pemain belakang lain yang harus dibebat cedera. Itu berarti Rudi Garcia tak memiliki banyak opsi untuk sektor belakang.

Bila skenarionya seperti ini, Rudi Garcia mungkin harus menyusun ulang komposisi pertahanan, dimulai dari barisan tengah. Dan hal ini berisiko pada perubahan skema bermain dan kemampuan beradaptasi. Imbas jangka pendek, ekspektasi untuk mempertahankan tren positif juga terancam. Tapi demi asa yang lebih besar, semua itu memang harus dijalani.

Tetap semangat, AS Roma!

addCustomPlayer('k7utgr4os0yd1grp4y3npwrlj', '', '', 620, 540, 'perfk7utgr4os0yd1grp4y3npwrlj', 'eplayer4', {age:1407083307651});

RESPECT dan FAIR PLAY. Mari berikan komentar yang sehat dan bermanfaat dalam kolom komentar yang telah kami sediakan.

Topics