FOKUS: Era Baru Kebangkitan Sampdoria

Topics

Menunjukkan performa brilian hingga giornata 8 Serie A Italia 2014/15, era baru kebangkitan Sampdoria siap hadirkan kejutan luar biasa!

OLEH AHMAD REZA HIKMATYAR Ikuti @rezahikmatyar di twitter

Langkah AS Roma untuk terus menempel ketat Juventus di puncak klasemen harus terhadang di Luigi Ferraris, pada giornata 8 Serie A Italia, Minggu (26/10) dini hari WIB. Mengejutkan? Sejatinya tidak, karena lawan yang menahan mereka imbang tanpa gol adalah tim yang sedang dalam performa terbaiknya, Sampdoria.Ya, tim asuhan Sinisa Mihajlovic secara luar biasa kini bertengger di posisi tiga klasemen sementara, lewat torehan 16 poin bersama Udinese. Hebatnya lagi Sampdoria juga bersanding bersama sang juara bertahan, Juventus, sebagai tim yang belum terkalahkan. Satu hasil yang luar biasa menilik inkonsistensi mereka sejak promosi ke Serie A di musim 2012/13.Di masa lalu Sampdoria dikenal sebagai tim papan atas Italia. Prestasi mereka menjulang seiring kehadiran pemain-pemain dengan bakat luar biasa, macam Roberto Mancini, Gianluca Pagialuca, hingga si bocah ingusan, Nicola Amoruso. Sukses meraih scudetto 1990/91, Il Samp membuat kejutan luar biasa semusim berselang dengan menembus babak final Liga Champions di Wembley, meski harus kalah dari Barcelona.Prestasi mereka kemudian terjun bebas hingga akhirnya terdegradasi dan baru kembali merasakan kerasnya Serie A di musim 2003/04. Sayangnya hingga kini mereka tak bisa kembali berjaya meski sempat merasakan babak play-off Liga Champions, di era Antonio Cassano dan Giampaolo Pazzini.Kini dengan semangat skuat muda yang berapi-api dan dinaungi oleh pelatih yang ambisius, Sampdoria siap bangkit dan hadirkan kejutan luar biasa di Serie A musim ini! Sinisa Mihajlovic pimpin kegemilangan SampdoriaFinish di posisi 12 musim lalu lewat status sebagai tim dengan pertahanan terburuk kelima di Serie A, tak banyak target yang disung Sampdoria, selain salvezza, di musim ini. Terlebih mereka baru saja kehilangan beberapa pilarnya, seperti Shkordan Mustafi, Renan, hingga Gaetano Berardi.Geliat tim pimpinan Massimo Ferrero itu dalam mendatangkan pemain di bursa transfer juga tak istimewa, karena hanya memboyong pemain "kelas medioker", layaknya Emiliano Viviano, Alessio Romagnoli, dan Gonzalo Bergessio. Tanpa diduga, hasil yang didapat hingga pekan kedelapan Serie A malah memesona dan sungguh di luar dugaan.Bermula lewat hasil negatif saat ditahan imbang 1-1 oleh tim promosi, Palermo, di pekan perdana, perlahan namun pasti performa Angelo Palombo cs menanjak dengan konsistensi tinggi. Kemenangan pertama diraih sepekan setelahnya dengan menghantam Torino 2-0.Sempat tertahan tanpa gol oleh Sassuolo, Blucercheti kemudian mengganas dengan menorehkan tiga kemenangan beruntun, sebelum akhirnya kembali menerima hasil seri kontra Cagliari. Deretan hasil positif itu membawa mereka menggapai mental yang tepat untuk membendung salah satu tim terbaik Serie A dalam kurun setahun terakhir, Roma, pekan lalu.16 poin didapuk Sampdoria dan posisi tiga besar jadi bayarannya. Catatan brilian juga mengiringi mereka dengan tidak pernah menelan kekalahan sekalipun. Satu hal yang tak pernah dilakukan musuh besar Genoa itu dalam 23 musim terakhir!Kunci kemenangan Sampdoria terletak pada permainan efektif yang berfokus pada pertahanan kokoh. Empat bek jangkung dengan tinggi di atas 185 cm ditempatkan dalam skema andalan 4-3-3. Garis pertahanan kemudian dibentuk serendah mungkin, untuk memutus aliran serangan lawan, untuk mencegah kiper mereka bekerja terlampau sering. Hal itu terpapar jelas dari statistik yang mencatat jika Daniel Gastaldello cs mampu melakukan rerata 28,12 clearance di setiap laganya. Hasilnya, kini Sampdoria berstatus sebagai tim kedua dengan pertahanan terbaik, karena baru kebobolan empat gol.Dengan ramuan seperti itu, Mihajlovic harus mengorbankan sektor di lini serang. Asupan bola ke depan jadi lebih minim, tapi idenya untuk menerapkan formasi 4-3-3 bukan tanpa alasan. Taktik serangan balik jadi sangat efektif dengan skema tersebut, karena kuantitas pemain depan akan menyulitkan lini pertahanan lawan yang sudah terlampau maju melewati garis pertahanannya sendiri. Di titik itulah trio striker Sampdoria bisa dengan leluasa memaksimalkan peluang tercipta.Baru sembilan gol yang mampu diciptakan atau 1,13 gol per partainya. Kesemuanya bisa diproduksi dari rerata 8,75 kans yang dihasilkan pada setiap partai. Bukan catatan yang buruk, tapi Sampdoria jelas harus meningkatkan paparan rasio itu agar bisa terus bersaing di papan atas.Dalam partai menghadapi Roma lalu, taktik tersebut berjalan sempurna. Sampdoria memang jarang menguasai bola, tapi peluang yang mereka hasilkan lebih banyak, meski sayang tak ada gol tercipta.Setelah melewati salah satu ujian terbesar musim ini, Doria segera menjalani rentetan duel berat di Serie A. Dalam tiga laga ke depan, mereka harus melewati hadangan FC Internazionale, Fiorentina, dan AC Milan. Meski diakui sulit, Mihajlovic tetap mengapungkan keyakinannya."Optimistis adalah sikap yang diambil oleh pria yang suka menghadapi tantangan, dan itu akan saya kedepankan di setiap partai yang kami lakoni!" tegasnya.Paruh musim pertama memang belum usai pasca tiga partai tersebut. Tapi setidaknya kita sudah bisa menyimpulkan akan seperti apa langkah Sampdoria musim ini. Apakah mereka akan bangkit dan mengembalikan kejayaan masa lalu, atau hanya jadi kejutan sesaat saja. Mari kita nantikan!

addCustomPlayer('k7utgr4os0yd1grp4y3npwrlj', '', '', 620, 540, 'perfk7utgr4os0yd1grp4y3npwrlj', 'eplayer4', {age:1407083307651});

RESPECT dan FAIR PLAY. Mari berikan komentar yang sehat dan bermanfaat dalam kolom komentar yang telah kami sediakan.

Topics