FOKUS: Intip Peluang Para Wakil Asia Untuk Bertahan

Catatan dari para wakil benua terbesar di muka bumi itu belum mengkilap di Piala Dunia 2014, Brasil.

OLEH FARABI FIRDAUSY Ikuti di twitter
Brasil rupanya jadi tempat yang sulit ditaklukkan oleh para wakil Asia di Piala Dunia tahun ini. Asia yang diwakili oleh Jepang, Iran, Korea Selatan dan Australia belum bisa unjuk gigi di turnamen sepakbola termasyhur tersebut. Bahkan, Australia yang jadi kekuatan baru dari Benua Putih malah harus tersingkir dengan kisah pahit.

Tim Cahill cs sebenarnya sempat menciptakan harapan cerah kala menghadapi Belanda (18/6), di matchday dua grup B. The Socceroos nyaris setidaknya mencuri poin dari tim yang sedang di atas daun tersebut. Namun sayang, perlawanan ketat dan menakjubkan Australia kepada Belanda akhirnnya tak menghasilkan apapun, tembakkan jarak jauh dari Memphis Depay pada menit ke-68 harus mengirim pulang armada Ange Postecoglou lebih awal.

Di hal lain, Jepang yang sempat tampil brilian di laga pembuka Grup C, menghadapi Pantai Gading, malah akhirnya hancur karena kelengahan sendiri. Keisuke Honda dan kawan-kawan tak memberikan tekanan utuh kepada The Elephants sepanjang laga. Didier Drogba yang datang dari bangku cadangan merubah cerita. Pantai Gading pun memukul balik lewat Gervinho dan Wilfried Bony dalam waktu 98 detik saja. Samurai Biru pun menutup laga perdana mereka di Natal dengan penyesalan.

Korea Selatan yang punya rekor paling bagus di gelaran Piala Dunia di antara ketiga negara lain harus sial usai mendapat keberuntungan di partai pertama Grup H. Permainan solid dari Taegeuk Warriors berbalas keberuntungan, tembakkan jarak jauh (yang sebenarnya biasa saja) Lee Keun-Ho memperdaya kiper Rusia Igor Akinkeef hingga melakukan blunder konyol. Namun di menit 74' pemain pengganti Aleksandr Kerzhakov mencetak gol penyama usai tiga menit masuk, keduanya pun harus berbagi poin. Lagi, wakil Asia belum bisa menang.

Di kisah lain Iran datang dengan cerita nestapa. Di laga pertama menghadapi Nigeria, para pemain Iran menolak untuk bertukar jersey dengan lawan sesusai pertandingan. Alasannya sederhana, Iran datang ke Brasil dengan perlengkapan yang minim, hingga federasi pun meninta pemain untuk menyimpan baik-baik setiap kostum mereka karena tak memiliki gantinya. Bahkan saat Carlos Queiroz awal melatih ia dibuat pusing dengan minimnya peralatan untuk pemain. Ia memprotes kaos kaki pemain yang semakin mengecil lantaran terus dicuci usai dua hari dipakai. Tapi Iran cukup heroik dengan kesederhanaannya, mereka mampu menahan The Eagles tanpa gol dan membuat pelatih Stephen Keshi mengaku buntu.

Kecuali Australia, tiga negara Asia lain kini masih punya peluang terbuka untuk ke babak selanjutnya. Tiga poin jadi misi wajib Jepang, Iran dan juga Korsel. Dan berikut, mari kita intip peluang bagi ketiga negara tersebut melanggeng ke 16 besar.

Rasanya memang tidak ada Grup mudah di Piala Dunia kali ini, termasuk Grup C yang dihuni oleh Jepang. Pasukan Negeri Matahari Terbit itu harus mencuri momentum kebangkitan dari tim yang juga tersakiti, Yunani. Jepang pernah mengalahkan Yunani dalam laga uji coba tahun 2005, hal tersebut bisa saja terulang, terlebih Alberto Zaccheroni telah belajar dari laga kontra Pantai Gading, bahwa timnya wajib memberi tekanan yang konstan kepada lawan. Dan melihat pertahanan Yunani yang rapuh saat dibantai 3-0 oleh Kolombia, Jepang bukan mustahil bisa mengulanginya.

Jika bermain di Piala Dunia tanpa harapan yang terlalu tinggi, sudah pasti lah itu Iran. Tim Melli di atas kertas paling kerdil di antara Nigeria, Bosnia-Herzegovina apalagi Argentina. Namun perlawanan kokoh diberikan oleh pasukan Carlos Queiroz di laga pembuka kontra Nigeria yang juga merupakan jagoan Benua Afrika. Di partai kedua, tim raksasa Argentina menunggu 21 Juni mendatang. Tim Tango sudah pasti ngebet mengamankan tiket 16 besar lebih awal dan siap menghajar Iran. Tapi barangkali, kisah tahun 1977 bisa diulang Ashkan Dejagah dan kawan-kawan. Argentina saat itu ditahan imbang 1-1 di laga uji coba, dan menahan Argentina mungkin saat ini jadi target paling realistis tim peringkat 43 dunia itu.

Korea Selatan punya catatan mengkilap sebagai negara Asia di Piala Dunia. Mereka sudah sembilan kali tampil di turnamen prestisius itu dengan pencapaian tertinggi sebagai semi-finalis tahun 2002. Pada edisi sebelumnya di Afrika Selatan, Korsel melaju hingga babak 16 besar dan kandas dari Uruguay dengan skor tipis 2-1, lewat waktu tambahan.

Kini, hal tersebut sangat mungkin diulangi oleh tim asuhan Hong Myung-Bo. Aljazair jadi lawan terdekat penentu langkah mereka ke putaran selanjutnya. Sejarah pertemuan mencatat, Korsel selalu bisa menang atas Aljazair dari tiga pertemuan lalu. Tak mudah memang untuk menyempurnakan misi lolos dari putaran Grup, tapi melihat peta kekuatan para pesaing, Korsel setidaknya punya harapan untuk bersaing dengan Aljazair, Belgia dan Rusia.

RESPECT dan FAIR PLAY. Mari berikan komentar yang sehat dan bermanfaat dalam kolom komentar yang telah kami sediakan.

Topics