FOKUS: Kosta Rika Tak Sembah Dewi Fortuna

Mari kesampingkan nama Kosta Rika dan lihat bagaimana permainan mereka. Ya, tim asuhan Jorge Luis Pinto memang jadi negara yang paling layak lolos dari Grup D Piala Dunia 2014!

OLEH AHMAD REZA HIKMATYAR Ikuti @rezahikmatyar di twitterWakil zona Concacaf, Kosta Rika, secara mengejutkan jadi tim keempat yang memastikan tempatnya di babak 16 besar Piala Dunia 2014. Kepastian itu mereka genggam manakala sukses meraih kemenangan tipis 1-0 atas Italia, pada matchday kedua Grup D, Sabtu (21/6) dini hari WIB.Seperti diketahui, Uruguay sudah jadi korban terdahulu Los Tricolore, saat dihantam lewat skor 3-1. Lebih hebat lagi, karena hasil melawan Italia memastikan kepulangan Inggris dari Brasil. Kosta Rika seakan jadi anomali di grup yang disebut neraka oleh berbagai kalangan. Bagaimana tidak, mereka lolos dari kepungan tiga negara yang pernah mengecup manisnya trofi Piala Dunia!Kejutan dari negara buram yang tak terprediksi memang sudah jadi hal lazim di turnamen mayor, tak terkecuali Piala Dunia. Umumnya tim kejutan selalu mengandalkan pertahanan kokoh, bermain monoton, dan menuhankan Dewi Fortuna sebagai penentu hasil.Namun ketiga ciri khas yang terpapar di atas sama sekali tak tercermin dari Kosta Rika. Bryan Ruiz cs lolos dengan kualitas, kolektivitas, dan pengorbanan. Lebih tegas, mereka tak menyembah Dewi Fortuna untuk menentukan hasil.Tengok pernyataan pelatih Italia, Cesare Prandelli. "Ini kekalahan yang pantas kami dapatkan. Mungkin jika [Mario] Balotelli mencetak gol [di pertengahan babak pertama] laga akan berubah. Tapi melihat lawan bermain dalam pertandingan kali ini, tak ada hal lain yang bisa kami keluhkan," jelasnya. Gol tunggal Bryan Ruiz ke gawang Italia, meloloskan Kosta Rika ke babak 16 besarSkema pressing ketat dengan kecepatan tinggi yang memanfaatkan lebar lapangan jadi andalan pelatih Kosta Rika, Jorge Luis Pinto. Mantan pandit Serie A Italia itu mengimplementasikannya dalam formasi 4-5-1. Taktik ini efektif mereka jalankan dalam partai kontra Uruguay dan Italia. Sengaja untuk lebih sering menguasai bola di daerah sendiri, La Sele memaksa lini tengah kedua lawannya untuk naik dari garis batas. Ketika jebakan itu berhasil, memanfaatkan kecepatan para winger-nya, empat pemain mereka yang terdiri dari Bryan Ruiz, Celso Borges, Christian Bolanos, dan Joel Campbell, maju untuk memecah konsentrasi lini pertahanan musuh.Diego Godin/Giorgio Chiellini dan Diego Lugano/Andrea Barzagli yang bermasalah dengan kecepatan jadi kelimpungan karenanya. Ketika fokus terbelah, kejutan dihadirkan lewat sokongan duo fullback Kosta Rika, yang diisi oleh Cristian Gamboa dan Junior Diaz. Paparan itu tercermin sempurna dari gol Campbell untuk Le Celeste dan Ruiz bagi La Nazionale.Vs. UruguayVs. ItaliaSaat keunggulan berhasil didapatkan, kunci dari kehebatan Kosta Rika adalah dengan tidak membiarkan permainan lawan berkembang. Garis antar lini mereka akan terlihat sangat rapat dengan penjangaan two for one. Sepuluh pemain ada di daerah pertahanan dengan hanya menyisakan Campbell di depan. Tapi skema itu bukannya membuat mereka bertahan total. Beberapa momen membahayakan bahkan berujung gol, tetap mampu dihasilkan melalui serangan balik yang cepat.Duo winger, yakni Bolanos dan Ruiz, bakal bermain lebih ke dalam dan mendadak berganti peran menjadi gelandang bertahan. Taktik tersebut tidak akan mendekonstruksi setiap formasi yang diusung lawan. Namun lebih dari itu, karena targetnya adalah memutus aliran bola ketika lawan sudah mencapai garis 25 yard di depan gawang Kosta Rika. Dengan tersendatnya aliran bola, logikanya tak akan ada peluang yang dihasilkan. Dan Anda bisa lihat bahwa Uruguay dan Italia tak pernah memiliki peluang mencetak gol yang berarti! Bahkan gol Edinson Cavani untuk tim yang disebut pertama berasal dari titik putih. 44 tekel sukses, 27 intersep, dan 55 clearance dalam dua laga jadi ramuan mereka untuk menghentikan aliran serangan lawan.Vs. UruguayVs. ItaliaMeski selalu kalah dalam penguasaan bola, menilik paparan singkat di atas Kosta Rika tetap pantas meraih hasil maksimal dari dua laga yang sudah dilakoni. Bukan tidak mungkin, Inggris yang sudah tersingkir bisa jadi korban selanjutnya.Di sisi lain faktor cuaca tropis di Brasil, selalu jadi alibi beberapa negara atas performa buruknya. Kosta Rika disebut lebih diuntungkan dengan kondisi tersebut karena berasal dari benua yang sama. Namun ini adalah Piala Dunia, di mana sebuah tim tidak hanya wajib menang atas tim lainnya, tapi juga menang atas semua kondisi, segala resiko, dan yang terpenting adalah diri mereka sendiri.Beberapa diantaranya sudah dijawab Kosta Rika. Jika sudah begini, yakinlah bahwa Los Ticos adalah ancaman nyata bagi seluruh tim di fase gugur Piala Dunia 2014.

RESPECT dan FAIR PLAY. Mari berikan komentar yang sehat dan bermanfaat dalam kolom komentar yang telah kami sediakan.

Topics