FOKUS: Lima Hal Yang Bisa Buat Persija Jakarta Bekuk Arema Cronus

Mulai dari kesulitan Arema menghadapi penghuni papan atas sampai motivasi tersendiri para striker asing Persija.

OLEH FARABI FIRDAUSY Ikuti di twitter
Duel Persija Jakarta kontra Arema Cronus akan jadi laga yang banyak menyita perhatian pecinta sepakbola nasional akhir pekan ini. Ya, laga dua tim kelas atas wilayah barat Indonesia Super League (ISL) 2014 itu bakal tersaji di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Minggu (4/5). Kedua tim pun saat ini sedang dalam zona aman untuk lolos ke fase delapan besar. Arema yang nyaman di pucuk klasemen, dan Persija yang meyakinkan di posisi ketiga.Pertemuan keduanya sudah berlangsung sebanyak sepuluh kali sejak ISL bergulir pada 2008. Tren positif memang dipegang oleh tim tamu dengan lima kemenangan untuk Arema, imbang sebanyak dua kali, dan sisanya milik Persija.Materi pemain yang dimiliki, serta sementara ini menjadi tim paling produkti di wilayah barat, membuat Arema lebih diunggulkan pada laga nanti. Tapi, tuan rumah selalu punya peluang untuk menjungkalkan sang pemuncak klasemen. Dan, Goal Indonesia telah merangkum lima hal yang bisa membuat Arema takluk dari Persija.

Stadion Utama Gelora Bung Karno cukup angker untuk lawan-lawan Persija Jakarta. Tentu saja, karena dukungan penuh dari suporter fanatik mereka The Jakmania.Musim ini Persija mampu mengamankan sepuluh poin dari empat kali main di SUGBK, dengan catatan belum pernah kalah, tiga kali menang, satu imbang.Bila musim lalu laga ini dihadiri 21.464 pasang mata di stadion, maka dipastikan musim ini akan lebih dari jumlah tersebut. Seiring performa yang jauh lebih positif dari Macan Kemayoran musim ini dibandingkan musim lalu.

Benny Dolo bukan hanya pelatih yang andal serta sarat pengalaman, ia juga pernah merasakan bagaimana menangani Arema Malang (nama Arema Cronus dahulu). Bahkan, pelatih kelahiran Manado 63 tahun yang lalu itu mempersembahkan gelar Divisi Utama (kasta tertinggi saat itu) untuk Arema di musim 2004. Pelatih yang akrab disapa Bendol itu juga membawa Arema menyabet gelar Copa Dji Sam Soe (Piala Indonesia) pada 2005 dan 2006.Dan bisa jadi, Egi Melgiansyah yang pada musim lalu membela Arema akan memberikan kontribusi tersendiri untuk timnya. Pemain yang sedang dibekap cedera tersebut bisa membantu tim pelatih Persija untuk mengorek sedikit isi dapur mantan klubnya itu. Hanya saja, Egi masih diragukan untuk tampil pada laga nanti.

Berbeda dengan musim lalu, Persija kini menjadi tim yang gigih berjuang hingga menit akhir dan berbuah hasil. Tiga dari 12 gol Persija tercipta di atas menit 80, yang artinya Macan Kemayoran terus mengejar gol untuk mengamankan poin sampai laga benar-benar usai.Yang paling teringat, tentu saat menyamakan kedudukan usai tertinggal dua gol dari Pelita Bandung Raya. Persija yang gigih akhirnya mampu memaksa PBR gigit jari lewat gol Ivan Bosnjak pada menit ke-72, dan April Hadi (81).Ingat pula gol di menit ke-90 dari Rahmat Affandi yang membuat Sriwijaya FC gagal membungkus poin penuh di SUGBK, 9 Maret lalu. Semangat pantang menyerah hingga laga benar-benar usai inilah, yang menjadi salah satu modal tim ibu kota untuk menaklukkan Arema.

Sudah unggul dua gol, Arema malah balas digebuk tiga gol oleh Persib Bandung di Si Jalak Harupat. Arema kala itu tampak lengah dan tertekan akan tuan rumah yang kesetanan.Saat bertamu ke markas Semen Padang di Stadion Haji Agus Salim, hal serupa nyaris terjadi. Bila bukan karena duet bek Thierry Gathuessi dan Victor Igbonefo, Arema mungkin sudah kalah dari tim yang menduduki posisi empat wilayah Barat itu.Terima kasih juga untuk penalti ala panenka yang gagal dari Esteban Vizcarra. Rasa percaya diri terlalu tinggi legiun asal Argentina itu membuat Arema amankan poin penuh dari markas Kabau Sirah.Melihat dua hal tersebut, tentu Persija sebagai penghuni posisi tiga klasemen bisa berbuat serupa. Terlebih, Persija juga rajin menekan di paruh kedua, babak di mana keempat gol lawan bersarang di gawang Kurnia Meiga musim ini.

Dengan sisa dua pertandingan (melawan Arema Cronus dan Persib Bandung) menuju paruh musim, para striker asing Persija tidak punya banyak kesempatan untuk membuktikan diri. Laga kontra Arema bisa jadi panggung terakhir bagi Zelimir Terkes ataupun Ivan Bosnjak masih layak menjadi penghuni skuat Macan Kemayoran atau tidak. Apalagi, Bendol sudah mewanti-wanti bakal mendepak pemain yang tidak memberikan kontribusi maksimal di putaran pertama ini.Zelimir sendiri sebenarnya cukup baik saat melawan Gresik United, namun suplai bola minim memaksanya beralih peran menjadi pengumpan ke kotak penalti. Bila bisa mencuri gol dan membuat duet sekelas Victor Igbonefo dan Thierry Gathuessi kerepotan, maka hati The Jakmania dan manajemen mungkin akan ia raih. Menghadapi Arema, diharapkan para striker asing Persija menggila.

RESPECT dan FAIR PLAY. Mari berikan komentar yang sehat dan bermanfaat dalam kolom komentar yang telah kami sediakan.