FOKUS: Menanti Kebangkitan Sejati Andrea Pirlo

Dikiritk karena performa yang tak maksimal pasca cedera, Andrea Pirlo menunjukkan tanda-tanda kebangkitan saat Juventus pecundangi Empoli.

OLEH AHMAD REZA HIKMATYAR Ikuti @rezahikmatyar di twitter

Juventus sukses bangkit dari keterpurukan dengan memecundangi Empoli 2-0, dalam lanjutan Serie A Italia giornata 10, Minggu (2/11) dini hari WIB. Hasil itu jadi kado ulang tahun ke-117 sekaligus angin segar bagi Si Nyonya Tua, mengingat di pertandingan sebelumnya mereka secara mengejutkan kalah 1-0 dari Genoa.
Sebelum partai melawan Empoli, Juve tengah diterpa kritik habis-habisan menilik performa inkonsisten yang mereka tunjukkan dalam enam laga terakhir di semua ajang. Rekornya adalah tiga kemenangan yang disertai tiga kekalahan, suatu fakta yang jelas tak bisa membuat Juventini senang.
Selain sang pelatih anyar, Massimiliano Allegri, sorotan ketidakstabilan performa juga tertuju pada salah satu pemain terbaik klub dalam tiga musim terakhir, Andrea Pirlo. Ya, sekembalinya dari cedera, mantan gelandang AC Milan itu tak kunjung tampil sesuai standarnya dan urung jadi solusi pemecah masalah.
Hal itu terpapar jelas dari statistik permainannya. Sebelum melawan Empoli, Pirlo hanya mampu melepaskan rerata 58,7 umpan di setiap partai dengan akurasi yang tak sesuai standarnya, yakni 70,4 persen. Dengan kuantitas seperti itu jelas sulit baginya untuk menunjukkan kelas permainan dan melakoni peran sebagai dirijen lapangan seperti biasanya.
Selain itu, kepemimpinan Allegri disebut sebagai penyebab lain. Pirlo yang memang memiliki masalah personal dengan sang pelatih di masa lalu, juga diyakini tak pernah cocok dengan filosofi taktikal nakhoda 47 tahun tersebut.
Hal itu setidaknya terlihat bagaimana dua gelandang 'pelayan' Pirlo, yakni Paul Pogba - Arturo Vidal/ Claudio Marchisio, bermain dengan jangkauan yang terlampau jauh darinya. Peran Carlos Tevez yang bermain terlalu ke dalam juga mengasumsikan pertabrakan peran pengatur serangan di dalam permainan.
Posisi Pirlo sebagai pemain yang haram keluar dari starting XI I Bianconeri kemudian mulai digoyah. Sejak debut musim ini melawan AS Roma, gelandang 35 tahun itu tak pernah bermain penuh 90 menit. Ia bahkan tak dimainkan saat Juve kalah dari Genoa lalu.
Andrea Pirlo sempat tampil di bawah standar pasca cederaNamun bukan Pirlo namanya jika ia tak mampu bangkit dan membungkam segala kritik. Perlahan namun pasti, dimulai dari torehan assist saat melawan Palermo di giornata 8, sang dirijen mengamuk di stadion Carlo Castellani untuk memimpin Juve memecundangi Empoli.
Menguasai mutlak jalannya laga, Pirlo jadi pusat permainan dan pemula segala serangan Tim Hitam-Putih. Tapi timnya dibuat frustrasi oleh pertahanan kokoh yang Azzurri tunjukkan di sepanjang babak pertama.
Perasaan yang lantas menghadirkan ketakutan akan hilanganya tiga poin hinggap hingga satu jam jalannya laga. Di titik itulah Pirlo menunjukkan sihirnya yang sama sekali belum hilang. Ya, apalagi jika bukan jurus mencetak gol melalui sepakan bebas!
Berawal dari pelanggaran keras Lorenzo Tonelli terhadap Sebastian Giovinco di 23 yard dari garis gawang Empoli. Il Metronome sang eksekutor dengan sempurna melepaskan tembakan melengkung, yang sukses merobek jala Davide Bassi. Setelahnya, gol Alvaro Morata jadi pelengkap kemenangan 2-0 milik Juve.
"Pirlo telah memecahkan kebuntuannya. Selain itu menurut saya gol tersebut telah mengangkat moralnya, mengingat ia tampil di bawah standar selama beberapa pertandingan," sanjung Allegri selepas laga.
Sang arsitek lapangan kemudian menegaskan pentingnya peran Pirlo dalam permainan. "Pirlo bisa jadi pembeda dalam situasi bola mati. Saya cukup yakin ia akan terus berkembang selepas partai ini," pungkasnya.
Selanjutnya Juve akan menghadapi partai hidup-mati di Liga Champions dengan menjamu Olympiakos. Menjalani partai dengan tensi yang jauh lebih tinggi, mampukah Pirlo menunjukkan kebangkitan sejatinya di musim ini?

addCustomPlayer('k7utgr4os0yd1grp4y3npwrlj', '', '', 620, 540, 'perfk7utgr4os0yd1grp4y3npwrlj', 'eplayer4', {age:1407083307651});

RESPECT dan FAIR PLAY. Mari berikan komentar yang sehat dan bermanfaat dalam kolom komentar yang telah kami sediakan.

Topics