FOKUS Piala Dunia 2014: Cili & Kolombia, Dua Kuda Hitam Amerika Selatan

Topics

Cili dan Kolombia membuat Amerika Selatan tersenyum dengan memastikan langkah ke babak 16 besar.

OLEH AGUNG HARSYA Ikuti @agungharsya di twitter

Cili atau Kolombia? Dua wakil Amerika Selatan ini telah memastikan tiket 16 besar Piala Dunia 2014 setelah sama-sama mengumpulkan enam poin dari dua penampilan di grup masing-masing. Langkah Kolombia baru dipastikan setelah Jepang dan Yunani bermain imbang di Grup C, sedangkan di Grup B Cili boleh menegakkan kepala usai memulangkan juara bertahan Spanyol berkat kemenangan dua gol tanpa balas.

Cili dan Kolombia membuat Amerika Selatan tersenyum. Benua yang banyak dieksplorasi pelaut Eropa di abad pertengahan ini mengirimkan enam wakil ke Piala Dunia tahun ini. Selain Brasil, terdapat pula Argentina, Kolombia, Cili, Ekuador, dan Uruguay. Hanya tiga tim Amerika Selatan yang pernah menjuarai Amerika Selatan dan dengan digelarnya Piala Dunia di benua mereka, terbuka kemungkinan terjadi kejutan lain tahun ini.

Cili menunjukkan permainan yang agresif, elektrik, dan penuh tenaga sejak pertandingan pertama menghadapi Australia. Ritme yang mereka pasang begitu tinggi sehingga tim sekelas Spanyol sekali pun kewalahan menghadapi mereka. Para gelandang tim juara bertahan itu dibuat kerepotan hingga akhirnya Xabi Alonso membuat dua kesalahan yang berujung pada dua gol kemenangan Cili.

"Kami bermain dengan kecepatan tinggi dan penuh keberanian," tukas pelatih Jorge Sampaoli membeberkan resep mengalahkan Spanyol. "Para penyerang kami melakukan tekanan tinggi untuk menghentikan Spanyol memainkan lini tengah mereka. Itu membuat mereka harus bekerja keras. Kami bermain dengan sangat berani."

Cili menggunakan formasi 3-4-1-2, mirip seperti yang digunakan Belanda, saat menumbangkan Spanyol. Sampaoli melakukan perubahan penting dengan memilih mengorbankan Ernesto Valdivia, pemain inti saat versus Australia, untuk memasang satu bek tengah tambahan, yaitu Francisco Silva.

Kekuatan utama Cili terletak pada poros kanan yang ditempati Mauricio Isla dan Alexis Sanchez sesekali memanfaatkan celah di sektor tersebut. Taktik agresif yang dipasang Cili juga mengedepankan peran yang dimainkan Arturo Vidal. Gelandang asal Juventus ini terlihat kerap memberikan tekanan kepada Sergio Busquets sehingga Spanyol tak bisa bergerak dengan nyaman setiap kali menguasai bola.

Bukan berarti Cili tanpa kelemahan. Agresivitas yang mereka usung kerap menelan diri sendiri. Beberapa pelanggaran dilakukan di area berbahaya. Sementara, stamina juga dikuras akibat permainan penuh semangat. Tak jarang beberapa kali pemain lawan dapat memanfaatkan celah ketika para pemain Cili sedang asyik menyerang.

Kolombia tampil lebih seimbang jika dibandingkan dengan pendekatan yang dipakai Cili. Permainan mereka tampak lebih terorganisir dan sabar dalam menyusun serangan. Pasukan Jose Pekerman juga memeragakan kombinasi antara operan satu-dua dan umpan jauh dalam membongkar pertahanan lawan. Semua dilakukan tanpa meninggalkan gaya sepakbola rancak.

Kolombia mengalahkan Yunani 3-0 dan Pantai Gading 2-1 serta memastikan tiket 16 besar untuk kali pertama sejak 1990. Sentral kekuatan mereka tidak hanya pada pengatur serangan James Rodriguez, tetapi juga kepiawaian Juan Cuadrado mengiris pertahanan lawan melalui sektor sayap. Pemain kidal Fiorentina itu telah mengumpulkan tiga assist - yang terbanyak sejauh ini bersama bek Belanda, Daley Blind. Semua dilakukan minus Radamel Falcao yang menderita cedera ligamen sejak awal tahun.

"Tidak mudah menemukan pengganti pemain yang menjadi instumen penting selama babak kualifikasi," kata Pekerman usai kemenangan atas Pantai Gading. "Tapi dengan tanggung jawab, komitmen, serta tekanan membuat kami menemukan penggantinya."

"Saya sangat senang dengan penampilan para pemain. Kami membuktikan apa yang telah kami janjikan. Kami tak pernah kehilangan keberanian dalam bertanding."

Pelatih yang disapa Don Jose oleh media Kolombia itu meninggalkan formasi 4-2-2-2 yang dipakai saat kualifikasi, melainkan menerapkan 4-2-3-1. Ketika James Rodriguez menguasai bola, dengan cepat serangan dialirkan memanfaatkan lebar lapangan. Di depan, Teofilo Gutierrez dipilih sebagai penyerang tengah yang bebas memanfaatkan ruang di pertahanan lawan.

Lini pertahanan Kolombia tak banyak diuji ketika menghadapi Yunani. Ketangguhan mereka baru terlihat pada pertandingan melawan Pantai Gading. Mario Yepes dan Cristian Zapata tampak keteteran jika menghadapi pemain yang memiliki keterampilan teknik tinggi. Kedisiplinan gelandang bertahan seperti Abel Aguilar dan Carlos Sanchez dibutuhkan untuk melapis dua bek sentral tersebut.

Cili akan bertarung memperebutkan posisi puncak Grup B dengan menghadapi Belanda, Senin (23/6) mendatang. Brasil, Meksiko, atau Kroasia menjadi calon lawan yang menanti di babak selanjutnya. Sementara, Kolombia tinggal membutuhkan hasil imbang melawan Jepang untuk keluar sebagai juara Grup C. Tantangan terjal bisa tersaji di babak 16 besar karena potensi pertemuan dengan Italia atau Uruguay.

Cili atau Kolombia? Salah satu di antara mereka rasanya bakal melaju jauh di turnamen ini. Siapa jagoan Anda?

Arturo Vidal merepresentasikan penampilan Cili yang elektrik di Piala Dunia ini.

RESPECT dan FAIR PLAY. Mari berikan komentar yang sehat dan bermanfaat dalam kolom komentar yang telah kami sediakan.

Topics