FOKUS: AS Roma Versus Bayern Munich, Adu Digdaya Serie A Kontra Bundesliga

Topics

Bentrok gengsi liga domestik yang direpresentasikan kedua kubu ikut terlibat dalam pertandingan di Olimpico.

OLEH DEDE SUGITA Ikuti di twitter

Pertemuan AS Roma dengan Bayern Munich di Olimpico pada matchday 3 Liga Champions, Rabu (22/10) dinihari WIB, tidak sekadar tentang dua klub yang bertanding atau perebutan nilai krusial demi tercapainya target lolos ke babak gugur.

Adu gengsi dan prestise kompetisi domestik yang direpresentasikan masing-masing kubu, yaitu Serie A Italia dan Bundesliga Jerman, juga ikut terlibat di dalamnya.

Pamor Serie A yang dahulu dikenal sebagai liga nomor satu dan menjadi destinasi utama bintang-bintang sepakbola terbaik dari seantero Planet Bumi, merosot drastis dalam beberapa musim terakhir.

Krisis finansial berakibat kepada ketidakmampuan tim-tim Italia untuk bersaing di pasar transfer dengan klub-klub dari negara lain dan pada akhirnya performa di atas lapangan pun ikut terpengaruh. Dengan perolehan hasil tak maksimal di kancah Eropa, Serie A kedodoran dalam menjaga posisinya di Koefisien UEFA, yang menentukan jumlah peserta dari suatu negara di ajang antarklub Benua Biru.

Puncaknya adalah peringkat ketiga – posisi terakhir untuk jatah maksimal ke ajang Eropa – milik Italia di Koefisien UEFA disalip Bundesliga dan terhitung sejak dua musim silam Serie A hanya berhak mengutus tiga tim ke pentas Liga Champions – dua lolos otomatis ke babak grup dan satu lagi ke fase play-off terlebih dahulu. Sementara Jerman punya empat jatah, tiga otomatis plus satu via play-off.

Ket: *) per 7 Oktober 2014

Pada musim ini Serie A bahkan cuma diwakili oleh Juventus dan Roma setelah Napoli gagal lolos ke pentas utama gara-gara didepak Athletic Bilbao. Jerman sukses memanfaatkan kuota maksimal menyusul kemenangan agregat Bayer Leverkusen 7-2 atas FC Copenhagen di putaran play-off. Die Werkself menyusul Bayern, Borussia Dortmund, dan Schalke 04 yang lolos langsung ke grup usai finis di tiga besar di Bundesliga musim lalu.

Italia pantas merasa sakit hati dengan kenyataan ini karena sejatinya wakil-wakil Serie A justru mempunyai rekor pertemuan yang positif melawan klub-klub Jerman.

Sepanjang sejarah tim-tim dari kedua liga telah saling berharapan sebanyak 224 kali di kompetisi Eropa. Serie A boleh menepuk dada karena mereka sukses membukukan 93 kemenangan berbanding 77. 54 laga sisanya berkesudahan dengan skor sama kuat.

Kalau hanya spesifik membahas performa Roma, sekali lagi Italia unggul. Tim Serigala sudah melakoni 25 pertandingan melawan utusan Jerman dengan torehan 13 kemenangan dan “hanya” sepuluh kali kalah plus dua partai lainnya imbang.

Bandingkan dengan Bayern Munich. Terlepas dari koleksi lima trofi juara UCL, juga tiga kali menembus final turnamen dalam lima edisi ke belakang, raksasa Bavaria ternyata punya rekor negatif menghadapi lawan dari Serie A – meski selisihnya tak banyak.

Selama berkiprah dalam kompetisi di bawah naungan UEFA, Si Merah telah turun bertanding kontra representatif Italia pada 37 kesempatan. Mereka menorehkan 14 kemenangan, delapan kali bermain seri, plus menderita kekalahan 15 kali.

Hanya, ceritanya akan lain apabila catatan head-to-head dikerucutkan ke duel langsung Roma versus Bayern. Kedua klub ini telah berjumpa dalam empat laga, dua di Piala Winners (ajang yang kini telah ditiadakan) dan dua Liga Champions. Bayern unggul telak dengan tiga kemenangan, sementara Roma cuma punya satu. Namun, satu kemenangan Roma itu justru menjadi torehan paling fresh dalam pertemuan kedua kubu, dan tercipta lewat proses yang sangat menyakitkan untuk Bayern.

Bertandang ke Olimpico pada babak grup UCL 2010/11 – partisipasi terakhir Roma sebelum kembali ke pentas terakbar Eropa musim ini – dua gol Mario Gomez sempat membawa Bayern memimpin 2-0 di babak pertama. Roma toh menolak menyerah begitu saja, dan secara dramatis melakukan comeback berkat kontribusi Marco Borriello, Daniele De Rossi, serta eksekusi sang kapten Francesco Totti.

Oh ya, efek Totti ini pantas diwaspadai pasukan Pep Guardiola. Saat Er Pupone berlaga, Roma tidak pernah kalah dalam empat pertandingan menjamu wakil Jerman di Olimpico.

addCustomPlayer('8zsoo3iz1ey11dxuuxg1dkcox', '', '', 620, 540, 'perf8zsoo3iz1ey11dxuuxg1dkcox', 'eplayer4', {age:1407083239229});

RESPECT dan FAIR PLAY. Mari berikan komentar yang sehat dan bermanfaat dalam kolom komentar yang telah kami sediakan.

Topics