FOKUS: Simone Zaza, Asa Baru Azzurri

Usianya masih 23 tahun, tapi potensi yang dimilikinya membuka masa depan cerah buat Azzurri.

OLEH MOHAMMAD YANUAR Ikuti @mohammadyanuar di twitter

Ada satu nama yang mencuri perhatian kala Italia menang 2-0 di kadang Norwegia dinihari tadi. Dia adalah Simone Zaza.
Bagi kebanyakan pecinta Serie A Italia, namanya terdengar asing. Tapi tidak demikian dengan Antonio Conte. Konon, saat masih menukangi Juventus, Conte sudah menjadikannya sebagai pemain yang harus berada di timnya, dan itu terwujud di tahun lalu.

Namun Zaza baru bermain di depan Conte saat pelatihnya itu menukangi Italia. Zaza dimasukkanya dari Sassuolo, tim semenjana Serie A di musim lalu. Tapi pemain 23 tahun itu langsung membuktikan bahwa Conte pantas menaruh perhatian kepadanya.

Di laga melawan Belanda, Zaza tak mencetak gol. Dia bahkan menyia-nyiakan kesempatan mencetak gol di laga debutnya saat berhadapan satu lawan satu melawan Jasper Cillessen.

"Sayangnya batasan saya adalah saya mampu mencetak gol di momen sulit dan malah kadang gagal melesakkan gol di momen yang jauh lebih mudah, tapi saya pastinya akan memperbaiki hal itu," tegas Zaza usai laga itu.

Tapi, secara keseluruhan, penampilan Zaza di laga melawan Belanda sama sekali tak mengecewakan. Duetnya dengan Ciro Immobile bahkan beberapa kali membuat lini belakang Belanda kerepotan.

Dan di kesempatan kedua, Zaza membuktikan bahwa dirinya pantas masuk skuat Azzurri. Melawan Norwegia di kualifikasi Piala Eropa dinihari tadi, Zaza membuka keunggulan Italia dengan golnya sebelum akhirnya menang dengan skor 2-0 berkat gol tambahan dari Leonardo Bonucci.

"Ini minggu yang luar biasa buat saya, tak ubahnya mimpi," ujarnya seusai laga kepada Rai Sport.

Conte pun menimpali, "Mereka yang bermain adalah mereka yang pantas mendapatkan kesempatan itu, dan dia sudah membuktikannya."

Klop!

Munculnya Zaza tentunya menjadi angin segar buat Azzurri di kancah internasional. Tapi sejatinya, Italia memang tak seharusnya khawatir karena regenerasi pemain di skuat Azzurri berjalan dengan baik.

Zaza sendiri sudah tampil memesona di timnas Italia kelompok umur junior. Bersama U-16, U-17 dan U-19, Zaza juga tampil mengesankan ketika ditandemkan dengan Domenico Berardi.

Performa Zaza di musim lalu juga masuk kategori bagus. Tapi sebelumnya ada perjalanan berat yang harus dijalaninya.

Masuk sebagai pemain junior dan sempat membela klub Serie A seperti Atalanta dan Sampdoria, Zaza hanya bisa lima kali tampil antara 2008 dan 2011. Perjalanan karirnya lebih banyak diwarnai kesepakatan peminjaman pemain. Tapi di sinilah dia bisa menunjukkan kemampuannya.

Saat bermain buat Viareggio, Zaza melesakkan 11 gol dari 18 laga. Ascoli pun menariknya bergabung di musim 2012/13, di mana dia mampu melesakkan 18 gol buat tim Serie B tersebut.

Juventus, bersama Sassuolo, kemudian menggaetnya dari Sampdoria. Baru pada 20 Juni 2014 Sassuolo mendapatkan hak kepemilikannya secara permanen dari Juventus.

Dan bersama timnya itu, musim ini akan menjadi musim yang menarik buat Zaza. Pastinya ada hasrat darinya untuk terus berkembang dan hal ini menjadi wajib karena Zaza sendiri menegaskan keinginan bisa terus membela Azzurri, dan berkaca dari pernyataan Conte sebelumnya, bahwa hanya pemain yang pantas bisa masuk ke skuatnya, performa yang stabil di level atas menjadi hal yang harus bisa dipenuhi.

Bagi Azzurri, tak ada salahnya menaruh harapan baru kepada Zaza, karena ini adalah skuat baru era Conte.

RESPECT dan FAIR PLAY. Mari berikan komentar yang sehat dan bermanfaat dalam kolom komentar yang telah kami sediakan.

Topics