FOKUS: Tiga Pemain Kunci Liverpool Untuk Kalahkan Manchester United

Topics

Liverpool memang sedang terpuruk, tapi United wajib waspada terhadap tiga pemain kunci mereka yang bisa mencuri angka di Old Trafford besok Minggu (14/12).

OLEH YUDHA DANUJATMIKA Ikuti di twitter

Roda nasib berputar, atas bertukar dengan bawah. Hal seperti ini biasa terjadi, namun tahun ini semua menjadi spesial karena yang bertukar adalah peruntungan Manchester United dan Liverpool , dua rival yang pertandingannya selalu panas.

Musim lalu, United jadi bulan-bulanan karena susah payah berjuang di papan tengah, sementara Liverpool ada di papan atas untuk memperebutkan gelar. Kali ini peran mereka bertukar. Liverpool terdampar di peringkat 9 dan United ada di peringkat ketiga.

Besok Minggu (14/12), keduanya akan bertemu dan beradu nasib di Old Trafford . United sedang berada dalam kondisi bagus, tapi tidak begitu dengan Liverpool yang baru saja tersingkir dari ajang Liga Champions . Si Setan Merah tentu jadi unggulan, mengingat mereka juga tampil di hadapan publik sendiri.

Walau begitu, Louis van Gaal tetap wajib mewaspadai pasukan Brendan Rodgers, secara khusus tiga pemain The Reds yang berpotensi jadi penentu hasil di Old Trafford nanti.

Tak terbantahkan, Raheem Sterling adalah pemain Liverpool paling produktif musim ini. Kondisi Liverpool memang sedang buruk, tapi tidak begitu dengan Sterling. Ia tetap menjadi andalan untuk merusak pertahanan lawan dengan kecepatan kakinya, baik dengan maupun tanpa bola. Ketika Liverpool menyerang, ia selalu jadi pemain yang mencolok dan mengundang para fan berdecak kagum dan berharap akan terciptanya gol.

Semua pernyataan di atas terbukti dari 36 peluang yang diciptakan oleh Sterling dalam 15 laga yang ia lakoni musim ini. Tak tanggung-tanggung, angka 36 itu merupakan yang terbanyak di antara penggawa Liverpool lainnya, bahkan lebih banyak dari Steven Gerrard (29) dan Jordan Henderson (24).

Bocah ajaib Inggris ini juga telah mencetak 3 gol dan 4 assist di Liga Primer 2014/15. Catatan yang membanggakan bagi Sterling, tapi tidak bagi Liverpool, karena angka tiga tersebut jadi angka terbanyak di Liverpool saat ini, setara dengan Gerrard yang juga telah mencetak tiga gol.

Di Old Trafford nanti, Rodgers sangat mungkin Sterling. Efektivitas winger muda ini berpotensi mengacak-acak pertahanan United dan determinasinya bisa ikut mengangkat moral Liverpool saat menyerang. Kecepatan kaki jadi salah satu senjatanya, tapi pengambilan keputusan yang kurang bijak kerap kali membuat kerja kerasnya sia-sia. Hal ini pula yang menjadi salah satu faktor minimnya konversi gol Sterling.

Di saat yang kurang tepat, salah keputusan bisa menjadi senjata makan tuan seandainya United kembali menerapkan serangan balik nan efektif.

Mungkin banyak yang menanyakan alasan Lucas masuk dalam daftar ini. Well, ia memang jarang bermain dan performanya dalam beberapa laga tidak menunjukkan sesuatu yang spesial. Konsekuensi dari pencadangan yang menumpulkan performanya.

Namun statistik yang sekarang justru menunjukkan sebaliknya. Sebagai pengantar, 10 laga Liverpool tanpa Lucas Leiva berakhir dengan 2 kemenangan, 1 hasil imbang, dan 7 kekalahan. Sedangkan 10 laga Liverpool yang dilakoni bersama Lucas berakhir dengan 7 kemenangan, 2 hasil imbang, dan 1 kekalahan.

Sempat meragukan di awal musim, Lucas bangkit dan menjawab semua kritik yang dilayangkan kepadanya. Ia mencatatkan delapan tekel impresif, empat intersep, dan 12 kali merebut bola dari kaki lawan saat menghadapi Leicester City. Ia jauh lebih efektif beraksi di depan lini belakang ketimbang Gerrard dan hal itu kembali ia tunjukkan saat menghadapi Sunderland dan Basel.

Setidaknya satu masalah di depan dua jantung pertahanan sedikit terjawab. Saat menantan United, Lucas bisa menjadi jangkar dan beradu kejam dengan lini tengah tuan rumah. Tekel berani dan berbahaya juga bisa ia terapkan pada Angel Di Maria, ancaman paling serius bagi Martin Skrtel dan Dejan Lovren yang tak kunjung padu.

Sang kapten bukan lagi Mr. England. Performanya semakin matang dari tahun ke tahun, tapi insiden terpelesetnya sang kapten seolah mengambil semua yang ia miliki: akurasi, visi, kreasi, dan pastinya determinasi.

Namun Gerrard tetap menunjukkan kelasnya dalam beberapa momen. Eksekusi bola matinya tetap tak bisa diremehkan, hal tersebut kembali tersaji saat The Reds ditahan imbang 1-1 oleh Basel. Catatan saat berhadapan dengan United di Old Trafford juga tak boleh dipandang sebelah mata. Sejauh ini, ia bisa membukukan lima gol di Theater of Dreams.

Harapannya, dalam laga kontra United, Gerrard mampu mengambil kembali apa yang telah hilang. Rivalitas panas kedua tim seharusnya mampu membakar semangat skipper Liverpool ini. Dan pemandangan saat sang kapten mencium kamera Old Trafford, pasti dinantikan oleh Kopites.

Mengabaikan Steven Gerrard akan jadi kesalahn terbesar United, seandainya hal tersebut memang dilakukan nanti.

addCustomPlayer('1qf27stvxh8r71az2qpbo5isho', '', '', 620, 540, 'perf1qf27stvxh8r71az2qpbo5isho', 'eplayer4', {age:1407083158258});

RESPECT dan FAIR PLAY. Mari berikan komentar yang sehat dan bermanfaat dalam kolom komentar yang telah kami sediakan.

Topics