Gagal Ke Semi-Final SEA Games 2015, Menpora Malaysia Salahkan FAM

Menpora Malaysia menilai pembinaan pemain muda sudah bagus di level kementerian, namun menjadi rusak saat dikelola FAM.

Menteri pemuda dan olahraga (Menpora) Malaysia Khairy Jamaluddin menyalahkan federasi sepakbola Negeri Jiran (FAM) tersebut atas kegagalan Harimau Muda melangkah ke semi-final SEA Games 2015.

Malaysia U-23 dipastikan tersingkir dari perebutan tiket ke semi-final setelah Vietnam U-23 menggilas Timor Leste U-23 dengan skor 4-0 untuk mengikuti jejak Thailand U-23 sebagai wakil Grup B di empat besar.

Raihan 12 poin Vietnam dan Thailand sudah tak bisa dikejar Malaysia yang mengumpulkan poin tiga, sekalipun anak asuh Ong Kim Swee memetik kemenangan di dua laga sisa, termasuk hari ini melawan Brunei Darussalam.

Menurut Khairy, kegagalan itu disebabkan sistem pembinaan pemain muda yang diterapkan FAM tidak berjalan dengan bagus, dan perlu diperbaiki. Kementerian hanya membina pemain muda di bawah program pembinaan sepakbola negara (PPBN).

“Saya di kementerian pemuda dan olahraga mengatur pembinaan pemain mulai usia 7 hingga 17 tahun. Selepas itu, mereka masuk ke dalam sistem FAM [jika dianggap memenuhi standar],” ujar Khairy dikutip laman Utusan.

“Andaikan hari ini saya serahkan pemain PPBN kepada FAM, saya khawatir mereka tidak akan mencapai potensi yang sudah didapat, sebab ada kelemahan dalam sistem FAM, dan FAM sebenarnya sudah mengabaikan pembinaan sejak lama.”

“Ketika saya menjadi wakil ketua FAM beberapa waktu lalu, saya mencoba proyek Harimau Muda. Tapi saya sadar, proyek itu hanya merupakan program jangka pendek.”