Gaji Ditunggak Empat Bulan, Empat Pemain Persik Kediri Lapor APPI

Topics

APPI pun sudah menyiapkan rencana untuk membawa permasalahan ini ke BAKI atau Pengadilan Negeri.

Kasus tunggakan gaji klub terhadap pemain di Indonesia kembali mengemuka. Kali ini, giliran empat pemain Persik Kediri yang ingin menuntut gaji mereka yang belum dibayarkan selama empat bulan.

Empat pemain itu adalah Ramadhan Saputra, Anwar Udin, Usman Pribadi, dan Asep Berlian. Mereka mengakui, gaji yang belum dibayarkan adalah untuk Agustus-November 2014, ditambah 25 persen uang muka dari nilai kontrak juga belum dilunasi.

Berbagai upaya pun sudah mereka tempuh seperti mendatangi Kantor Pemerintah Kota Kediri sebanyak dua kali, Mei lalu, hingga mencoba menagihnya ke PT Liga Indonesia. Menyusul, mereka juga mengikuti arahan dari manajemen Persik untuk menagih ke PT Liga.

Itu karena, manajemen Persik beralasan belum bisa membayarkan gaji para pemain mereka lantaran subsidi dari PT Liga belum cair. Setelah upaya mereka tersebut tidak menghasilkan apa-apa, keempat pemain itu pun akhirnya melaporkan hal tersebut ke Asosiasi Pesepakbola Profesional Indonesia (APPI).

Mendapatkan laporan itu, APPI pun langsung merespons dengan cepat. Berbagai perencanaan langkah hukum sudah dirancang untuk membantu menyelesaikan permasalahan tersebut.

"Saat ini kami tengah menelaah apakah nantinya kami akan lewat jalur BAKI (Badan Arbitrasi Keolahragaan Indonesia) atau bisa juga lewat Pengadilan Negeri. Kami masih telaah karena pastinya masing-masing jalur hukum ada konsekuensinya bagi pemain," ucap M. Hardika Aji, Players Relation APPI. 

Menurutnya, untuk melaporkan hal ini ke Pengadilan Negeri bisa terjadi. Itu belajar dari kasus penyelesaian tunggakan gaji Persija Jakarta terhadap Bambang Pamungkas. Ketika itu, Bambang baru mencabut gugatannya di PN, setelah Persija melunasi gaji mantan kapten timnas Indonesia itu.