GALERI FOTO: Perkenalkan, Calon Bintang Sepakbola Dunia

Goal Indonesia menyajikan calon-calon bintang masa depan menyusul penampilan gemilang mereka di Brasil. Simak!

OLEH SANDY MARIATNA Ikuti di twitter
Usai sudah fase grup Piala Dunia 2014. Tak lama lagi, turnamen empat tahunan ini akan memasuki babak baru, yakni fase knock-out yang menuntut seluruh pemain di 16 negara yang telah lolos untuk menunjukkan konsistensinya agar selamat. Sebelum memasuki babak tersebut, ada baiknya kita menilik performa para pemain yang tampil ciamik dari Grup A hingga Grup H.

Para pemain yang dimaksud tersebut bukanlah Lionel Messi (Argentina), Neymar (Brasil) atau Thomas Muller (Jerman) yang telah mengukuhkan dirinya sebagai pemain bintang lewat torehan gol-golnya. Bukan pula Arjen Robben (Belanda), James Rodriguez (Kolombia), atau Xherdan Shaqiri (Swiss) yang memang telah diprediksi bakal menginspirasi kelolosan negaranya ke babak berikut.

Para pemain yang dimaksud adalah mereka yang secara tak terduga tampil gemilang bersama negaranya, para calon bintang masa depan. Usia mereka tak terbatas, namun diutamakan pemain muda yang punya potensi untuk tampil lebih berkembang di masa mendatang. Barangkali, Anda mungkin tidak mengetahui mereka bermain di klub mana dan baru mengenalnya di Brasil 2014. Mereka juga sangat mungkin untuk pindah ke klub yang lebih besar pada bursa transfer musim panas ini.

Siapa saja mereka? Berikut Goal Indonesia menyajikannya untuk Anda.

Penampilan hebat melawan Kamerun dan Brasil, yang menandai ukiran dua clean sheet , sebelum akhirnya bobol satu gol juga di laga pamungkas melawan Kroasia, seorang Guillermo Ochoa diperkirakan bakal laris-manis di pasar transfer musim panas nanti. Terlebih lagi ia berstatus agen bebas setelah kontraknya bersama Ajaccio kedaluwarsa. Musim lalu, klub Ligue 1 Prancis ini hanya bercokol di urutan buncit klasemen, sehingga bisa dipastikan kiper berusia 28 tahun ini akan mencari klub baru di level tertinggi.

Mungkin Daley Blind sudah menunjukkan kebintangannya di Ajax Amsterdam setelah ia terpilih menjadi Dutch Player of the Year pada musim 2013/14 menyusul raihan juara liga empat kali beruntun bagi sang raksasa Eredivisie Belanda. Namun berbicara di level timnas, ia tak setenar seniornya seperti Robin van Persie atau Arjen Robben. Adalah Louis van Gaal yang kini berjasa mempopulerkan namanya. Tidak seperti di Ajax yang berposisi sebagai gelandang sentral, pemain berusia 24 tahun ini ditempatkan Van Gaal sebagai bek kiri. Hasilnya lumayan, Blind mencatatkan tiga assist , termasuk mengarsiteki "gol pesawat terbang" Van Persie sebagaimana Oranje menunjukkan dominasinya di Grup B.

Andai Bruno Martins Indi tidak pingsan saat melawan Australia, mungkin nama Memphis Depay tidak semenarik sekarang. Dialah yang turun menggantikan sang bek, mengubah permainan Belanda menjadi lebih menyerang, dan mencetak gol kemenangan 3-2 atas wakil Asia tersebut sekaligus memastikan kelolosan Oranje ke babak berikut. Pesona supersub yang dihadirkan sang winger PSV Eindhoven ini membuat Louis van Gaal menurunkannya lagi di laga pamungkas kontra Cili. Ia kembali mencetak gol yang mematikan laga di masa injury time.

Pantai Gading boleh saja tersingkir secara dramatis di tangan Yunani, namun The Elephants tetap harus bersyukur karena mereka berpotensi kembali menelurkan pemain bintang. Adalah bek kanan muda bernama Serge Aurier. Saat menang di laga pembuka kontra Jepang, Aurier menjadi inspirasi comeback timnya lewat sepasang crossing yang berbuah assist. Musim panas ini, Toulouse harus bersiap kehilangan Aurier sebagaimana Arsenal dikabarkan gencar memburu tanda tangannya.

Juan Cuadrado adalah salah satu pemain paling fenomenal di Serie A Italia bersama Fiorentina. Dribel, skill, agresivitas, ditambah kemampuannya bermain di berbagai posisi ( full-back, gelandang, hingga penyerang sayap) membuat Jose Pekerman tak ragu memanggilnya di Brasil 2014. Sinar Kolombia di Grup C tak lepas dari peran Cuadrado bersama James Rodriguez. Total satu gol dan tiga assist berhasil ia bukukan. Berkat Cuadrado, Kolombia sudah melupakan Radamel Falcao dan siap melanjutkan progres positif di babak berikut.

Kejutan besar yang dihadirkan Kosta Rika tak bisa lepas dari peran sang kapten Bryan Ruiz dan juga penyerang muda yang satu ini, Joel Campbell. Menjadi inspirasi kemenangan atas Uruguay di partai pembuka lewat satu gol dan satu assist , Campbell tetap tampil bagus di dua laga berikut melawan Italia dan Inggris. Setelah tiga musim dipinjamkan ke tiga klub yang berbeda, Campbell tentu berharap bisa dipanggil Arsene Wenger untuk memperkuat lini depan Arsenal pada musim 2014/15.

Namanya tidak setenar Valencia satunya, Antonio, sang kapten Ekuador yang bermain di Manchester United. Namun yang jelas, penampilan Enner Valencia di Brasil 2014 jauh lebih bagus ketimbang kompatriotnya itu. Tiga gol sudah dilesakkan penyerang berusia 25 tahun ini di fase grup. Yang paling mencolok tentu ketika dirinya menjadi aktor utama di balik comeback 2-1 atas Honduras - meski pada akhirnya Ekuador harus tersingkir. Saat ini, Valencia bermain di Pachuca, klub Meksiko. Bukan tak mungkin di musim depan Valencia punya kesempatan bermain di Eropa.

Ketimbang pemain Swiss lainnya, Ricardo Rodriguez tak hanya mencolok di lapangan karena rambut ikalnya yang terurai, namun juga karena performanya yang luar biasa di pos bek kiri. Di laga pembuka kontra Ekuador, dua assist- nya membawa Swiss menang dramatis 2-1. Performa pemain Wolfsburg berusia 21 tahun ini sempat menurun ketika dibabat Prancis, namun kembali tampil menawan saat menghajar Honduras. Rodriguez adalah cermin sempurna bagi Stephen Lichtsteiner di bek kanan.

Disebut-sebut sebagai titik terlemah Argentina karena namanya kurang dikenal ketimbang penggawa lain, nyatannya Marcos Rojo berhasil menepis keraguan tersebut. Pemain Sporting Lisbon berusia 24 tahun ini tampil tangguh di posisi bek kiri di tiga laga fase grup, baik dalam tugas bertahan maupun menyerang. Di partai pemungkas, Rojo mencetak gol debut timnas sekaligus menjadi penentu kemenangan 3-2 Albiceleste atas Nigeria.

Selain striker Islam Slimani yang tampil mengesankan dalam kelolosan bersejarah Aljazair ke fase knock-out Piala Dunia, ada satu pemain lagi dari Tim Rubah Gurun yang tak kalah mentereng. Ialah Yacine Brahimi. Gelandang serang yang sempat memperkuat tim junior Prancis ini baru diturunkan saat melawan Korea Selatan, namun ia langsung memberi dampak signifikan. Satu gol ia lesakkan di laga tersebut. Pemain yang kini membela Granada itu menjadi arsitek gol Slimani dalam laga pamungkas nan krusial melawan Rusia. Aljazair pun lolos ke babak 16 besar untuk pertama kali sepanjang sejarah.

RESPECT dan FAIR PLAY. Mari berikan komentar yang sehat dan bermanfaat dalam kolom komentar yang telah kami sediakan.

Topics