Gareth Bale, Sang Pahlawan Nasional Wales

Berkat kecemerlangan Gareth Bale, The Dragons kini di ambang sejarah kelolosan pertama ke putaran final turnamen mayor sejak 1958.

Saat ini segalanya terasa indah bagi Gareth Bale.

Tak seperti musim lalu, di mana situasi di klub dan tim nasional bertolak belakang, pada awal kampanye 2015/16 kecemerlangan pemain 26 tahun itu berjalan beriringan bersama Real Madrid dan Wales.

Usai membukukan sepasang gol dan sebiji assist untuk membantu Los Blancos menghajar Real Betis 5-0 di La Liga, Bale meneruskan aksinya sebagai jagoan utama Wales dalam lanjutan kualifikasi Euro 2016.

Tandukannya menentukan tambahan tripoin buat The Dragons saat menyambangi markas Siprus, Kamis (3/9) malam waktu lokal, dan berkat kemenangan 1-0 di Nicosia, Wales tinggal berjarak sejengkal lagi dari torehan sejarah: menembus putaran final sebuah turnamen mayor untuk kali pertama sejak 1958 atau hampir tujuh dasawarsa lampau!

Pasukan Chris Coleman dapat memastikan kelolosan ke Euro 2016 di Prancis dengan kemenangan kontra Israel, Ahad (6/9) lusa.

Gareth Bale memainkan peran sentral dalam laju Wales menuju sejarah

Peluang terwujudnya pencapaian historis bagi skuat Naga sangat besar mengingat laga nanti akan mentas di Cardiff, dan pada pertemuan perdana di Haifa pun Wales mampu membungkus keunggulan telak 3-0. Kala itu Bale juga bersinar terang dengan dua kali masuk papan skor sekaligus menjadi kreator untuk gol Aaron Ramsey.

Dalam tujuh laga yang sudah dilalui di Grup B fase kualifikasi, Wales memuncaki klasemen dengan koleksi 17 poin, mengukir lima kemenangan dan belum terkalahkan. Wales unggul tiga angka atas Belgia dan lima dari Israel. Dua teratas dari enam penghuni grup bakal lolos otomatis menuju turnamen tahun depan.

Uniknya, statistik gol Wales ternyata tak membanggakan. Dengan gol memasukkan hanya sembilan, The Dragons cuma unggul atas tim juru kunci Andorra (3 gol)! Wales inferior dari Belgia (16), Israel (14), dan Siprus (12), dan mengemas jumlah sama dengan Bosnia dan Herzegovina (9).

Yang pantas dicermati adalah betapa besarnya peran Bale dalam torehan gol tersebut – sekaligus laju Wales secara keseluruhan. Mengumpulkan enam gol dan dua assist dalam tujuh penampilan, artinya eks pentolan Tottenham Hotspur itu terlibat dalam penciptaan delapan dari sembilan gol tim!

Bale seakan sendirian memberangkatkan Wales ke Prancis dan pantaslah apabila pesepakbola termahal dunia dengan banderol transfer €100 juta saat mendarat di Santiago Bernabeu pada musim panas dua tahun silam ini disebut sebagai pahlawan nasional bagi negaranya.

“Kita melihat pemain terbaik sepanjang masa yang pernah mengenakan seragam merah [Wales]. Dan Gareth muncul dengan sebuah gol yang saya yakini akan mengirim Wales ke Euro,” demikian sanjung Robbie Savage, mantan gelandang The Dragons yang sekarang menjadi pandit, mengenai kebintangan Bale kontra Siprus.

Tim tuan rumah memberikan perlawanan alot dan mampu menjaga skor kacamata dalam partai di Nicosia hingga memasuki sepuluh menit terakhir. Namun, di menit ke-82, sebuah umpan silang Ashley Richards dari kanan dikonversi Bale menjadi gol dengan kepalanya untuk memastikan Wales pulang dengan kemenangan krusial.

“Gol itu adalah sundulan yang fantastis, Anda tak akan pernah melihat sundulan yang lebih baik dari itu. Kami datang ke sini dan mendapatkan yang kami inginkan, ini bukan performa terbaik dari kami, tapi dalam hal spirit tim dan sikap never-say-die ini kelas satu,” tutur pelatih Chris Coleman seusai laga.

Savage juga terpukau oleh gol Bale.

“Dia harus mengeluarkan seluruh kekuatan sendiri dengan otot-otot lehernya, tak ada kecepatan sama sekali dalam umpan silang tersebut. Untuk mengerahkan kekuatan sebesar itu dari lari kecil adalah hal mengagumkan,” komentar figur 40 tahun yang dulu malang-melintang di Liga Primer Inggris di antaranya dengan Blackburn Rovers dan Derby County itu.

“John Toshack bisa menyundul bola, tapi sundulan Gareth Bale mengalahkan semuanya. Dia menanduknya keras ke pojok atas. Dia tidak tampil istimewa tapi sundulan itu – Prancis kami datang!”

Si pemain lebih memilih merendah dan lebih mengedepankan upaya kolektif tim sebagai kunci keberhasilan.

“Kami bersama-sama dan kami mengetahui kapabilitas kami. Kami adalah satu unit dan kami tahu yang kami butuhkan sekarang [untuk mencapai Euro 2016],” ucap Bale kepada Sky Sports.

Peresmian kelolosan Wales ke babak utama Euro 2016, jika terwujud pada Minggu nanti, akan lebih bermakna spesial buat Bale karena bertempat di Cardiff, yang notabene kota kelahirannya.

Mengukir sejarah penting untuk negara di kampung halaman sendiri? Istimewa!