Garuda Indonesia Pertimbangkan Tak Perbarui Kontrak Dengan Liverpool

Manajemen Garuda masih mengevaluasi strategi pemasaran yang tepat bila tidak melanjutkan kerja sama dengan Liverpool.

Jajaran direksi baru PT Garuda Indonesia Tbk mempertimbangkan untuk tidak memperbarui ikatan kerja sama dengan klub Liga Primer Inggris Liverpool yang berakhir pada tahun ini.

Dalam kerja sama itu, Garuda mengucurkan dana hingga US$9 juta, atau sekitar Rp125 miliar, per tahun, sebagai bagian dari strategi pemasaran untuk meningkatkan brand awareness secara global.

Direktur utama Garuda Arif Wibowo mengungkapkan, saat ini pihaknya melakukan evaluasi terkait kerja sama tersebut, karena manajemen sedang mempertimbangkan mencari cara lain dalam melakukan strategi pemasaran.

“Kontraknya berakhir tahun 2016. Kami akan memprioritaskan kinerja berkelanjutan, dan menguntungkan, karena dana yang dikeluarkan untuk kerja sama itu lumayan besar, mencapai US$9 juta per tahun,” ujar Arif.

Arif tidak menampik kerja sama dengan Liverpool merupakan kebanggaan bagi maskapai penerbangan nasional tersebut. Hanya saja, mereka perlu mempertimbangkan kembali efektivitasnya.

“Ini memang kebanggaan juga. Tapi kami perlu juga melihat efektivitas sponsorship dengan brand awardness dan ketersediaan dana. Kerja sama dengan Liverpool bukan satu-satunya cara. Singapore Airlines juga tidak pakai klub bola,” tutur Arif.