Gelandang Persija Jakarta Ini Dilarang Istri Main Tarkam Jauh-Jauh

Amarzukih mengakui ingin menikmati bulan puasa bersama keluarga.

Vakumnya kompetisi sepakbola di tanah air membuat para pemain klub-klub Indonesia Super League (ISL) yang memilih ikut bermain tarkam (antarkampung). Selain bisa menjaga kondisi, uang yang didapat dari hasil main tarkam juga bisa untuk menyambung hidup.

Terlebih, di bulan puasa ini banyak kebutuhan yang harus dipenuhi para pemain, terutama yang sudah berkeluarga. Namun, sikap berbeda justru diambil gelandang Persija Jakarta, Amarzukih. Ya, dia lebih memilih untuk menikmati bulan puasa bersama keluarganya.

"Paling main futsal saja, kalau tarkam kemarin sebelum puasa banyak," ucap Amarzukih, saat ditemui di sela-sela laga amal untuk Alfin Tuasalamony di Lapangan Simprug Pertamina, Jakarta, kemarin.

Memang, pada bulan puasa ini banyak tawaran yang menghampiri mantan penggawa Persitara Jakarta Utara itu untuk bermain tarkam. Salah satunya, untuk berkiprah pada Liga Ramadhan 2015 di Makassar. Tapi lantaran larangan sang istri, membuatnya enggan menerima tawaran tersebut.

"Nggak boleh sama istri bulan puasa main tarkam jauh-jauh. Ada tawaran, tapi saya malas karena jauh banget dari rumah. Ya mendingan di rumah saja," tuturnya, sambil tersenyum.

Di sisi lain, Amarzukih juga sudah memiliki usaha untuk mencukupi kebutuhan keluarganya di tengah vakumnya kompetisi. "Ya usaha di bidang tanah, sama bapak. Kalau bapak sudah lama usaha itu," bebernya.