Genius Moment: Andres Iniesta, Otak Barcelona

Gelandang Spanyol ini menjadi pemain pertama yang mencetak assist dalam tiga laga final Liga Champions yang berbeda ketika ia mengirim umpan yang dimaksimalkan Ivan Rakitic.

Begitu banyak tim mencoba dan gagal, Juventus termasuk di antaranya, tetapi sekarang dunia sepakbola berharap Barcelona mampu mewujudkannya - menjuarai Liga Champions dua tahun secara beruntun.

Sejak format baru diperkenalkan pada 1992 tidak ada tim yang mampu mempertahankan gelar juara Eropa. AC Milan menjadi tim paling terakhir yang mampu melakukannya pada 1988/89 dan 1989/90, Marco van Basten, yang menjadi salah satu bintang Rossoneri saat itu, mengatakan kepada Goal bahwa apabila Barcelona ingin melakukannya maka pemain kunci mereka adalah Lionel Messi dan Andres Iniesta.

Juventus melakukan tugas dengan baik saat membatasi pengaruh Messi di atas lapangan tetapi mereka tidak bisa menghentikan Iniesta, yang menjadi pemain pertama yang mampu menciptakan assist dalam tiga pertandingan final Liga Champions.

Setelah tiga menit dan 22 detik, pemain berusia 31 tahun tersebut muncul di sisi kiri kotak penalti. Satu umpan insting mematikan membuat Ivan Rakitic dengan leluasa menjebol gawang lawan dan salah satu pertahanan paling kokoh di turnamen runtuh dalam waktu singkat.

Rakitic mencetak gol dan menjadi pemain Kroasia kelima yang menjuarai Liga Champions. Juventus mungkin dimaafkan karena fokus pada hal lain - ini merupakan gol Barcelona pertama yang tidak melibatkan Messi, Neymar atau Luis Suarez sejak 28 Februari.

Saat Iniesta meninggalkan lapangan pada menit ke-78, dia membuat umpan ke depan (52) lebih banyak dari rekan setimnya. Dia mendikte sebagian besar permainan, dalam tempo dan juga dalam momentum melakukan serangan.

Van Basten mengatakan Iniesta adalah kunci, bukan hanya Messi. Sekarang dia menjadi pemimpin yang layak di dalam dan di luar lapangan, setelah Xavi menuju Qatar.

"Dia, adalah otak tim," ujar mantan pemain timnas Belanda tersebut. "Milan memiliki Frank Rijkaard dan Roberto Donadoni berlari di lini tengah dalam masa ke-emasan tetapi Iniesta pemain spesial dan jika Barcelona ingin menjadi juara beruntun dia akan krusial."

Konsistensi dan kegemilangan Iniesta bersinar di Berlin. Satu musim lagi seperti ini, dia dan timnya akan mencetak sejarah.