Gresik United Khawatir Kehilangan Sponsor

Hendri Febry mengungkapkan, pihak sponsor mulai mempertanyakan kelanjutan, dan muara kompetisi.

Manajemen Gresik United menyayangkan kisruh sepakbola nasional yang berujung kepada sanksi FIFA. Situasi ini membuat klub-klub terancam kehilangan sponsor akibat tidak ada kepastian kompetisi.

Kompetisi domestik tetap bisa digulirkan, kendati Indonesia mendapat sanksi dari FIFA. Hanya saja, muara kompetisi tidak jelas, karena baik klub maupun tim nasional tak bisa bertanding di event internasional.

“Sebagai klub, tentu kami merasa dirugikan. Karena, sanksi ini membuat pihak sponsor bertanya, dan bersiap meninggalkan tim lantaran kompetisi tidak berunjung pada prestasi internasional, dan hanya nasional,” ungkap sekretaris Gresik United Hendri Febry kepada Goal Indonesia.

“Dengan kondisi demikian, sudah pasti sponsor akan enggan menjalin kerja sama. Kita lihat saja bagaimana perkembangannya. Yang pasti, kami tetap berharap sanksi itu bisa segera dicabut, dan kompetisi kembali berjalan normal,” terangnya.

Hendri menjelaskan, jika klub-klub di Indonesia sangat bergantung pada bergulirnya kompetisi untuk bisa meraih pendapatan. Karena itu, pihaknya berharap pemerintah segera mencabut pembekuan PSSI. Gresik United hanya ingin berlaga di kompetisi yang diakui FIFA.

“Kompetisi perlu tetap ada, karena dari sinilah kami hidup dan mendapat pemasukan. Kami melihat, sepertinya Menpora masih menunggu hasil putusan sidang PTUN pada 8 Juni nanti, baru akan menentukan sikapnya,” papar Hendri.

“Kami juga berharap agar kompetisi bisa berjalan sesuai rencana, yakni September nanti. Dengan catatan, sudah sesuai dengan prosedur yang diakui FIFA, dan tanpa ada lagi pelarangan dari pihak kepolisian,” pungkasnya. (gk-43)

Topics