Gula Aren Jadi 'Doping' Ahmad Kurniawan

AK merasa bugar jika sudah mengkonsumsi gula aren merah, dan belum berpikir untuk pensiun.

Penjaga gawang kawakan Arema Cronus Ahmad Kurniawan mengungkap resep yang membuat dirinya tetap bugar sebagai pemain terakhir di barisan belakang tim Singo Edan.

Kekuatan pertahanan Arema tidak mumpuni di turnamen Sunrise of Java Cup (SoJC) 2015, akibat absennya sejumlah nama, seperti Victor Igbonefo, Purwaka Yudhi, dan Fabiano Beltrame. Namun AK, sebutan Ahmad Kurniawan, tampil bagus di bawah mistar.

Berdasarkan catatan Goal Indonesia, ada 13 tembakan tepat sasaran yang berhasil digagalkan di dua laga melawan Indonesia All Stars dan Bali United Pusam. Dari dua laga, tim besutan Suharno ini hanya dua kali kebobolan melalui eksekusi penalti.

Selain dorongan semangat dari pelatih kiper Alan Hafiludin, dan sang istri, performa prima AK juga tak lepas dari gula aren merah yang kerap dikonsumsinya.

“Itu di meja dopingnya. Saya dapat resep itu dari Suroso. Hasilnya tubuh lumayan kuat 90 menit,” ungkap kakak kandung Kurnia Meiga ini.

“Mungkin karena pelatih yaitu pak Alan Hafiludin terus memberikan saran dan masukan kepada saya sehingga saya menjadi bersemangat. 'Kamu bisa AK, kamu bisa' kata dia.”

“Saya tampil semangat, karena memang ingin menunjukkan, jika saya dipercaya, dan diberi kesempatan, akan segera tampil maksimal. Kapan lagi kesempatan itu ada ketika dua kiper tidak hadir. Selain itu, adanya nasihat dari istri membuat saya semakin termotivasi.”

Dengan usianya yang menginjak 36 tahun, AK turut memberikan resep kepada kiper muda Arema untuk tetap berlatih dengan keras.

“Janganlah mereka cepat puas bisa masuk ke Arema. Berlatih dengan giat juga menjadi kunci agar awet menjadi kiper,” kata AK.

“Soal kemungkinan pensiun, mungkin karier saya sebagai kiper juga sudah akan habis, jadi saya sudah bersiap untuk ambil kursus lisensi kiper. Tetapi, saat ini saya masih bergairah membela Arema.” (gk-48)