Hakikat Pembinaan Usia Muda Bukan Untuk Juara

Ganesha menuturkan untuk level junior prestasi juara bukan hal utama.

OLEH MUHAMAD RAIS ADNAN Ikuti di twitter

Indonesia selalu disebut-sebut memiliki bakat pesepakbola muda melimpah. Namun kenyataannya, bakat-bakat tersebut masih belum dikelola dengan baik. Selain itu, masih ada beberapa persepsi yang harus disamakan untuk pembinaan usia muda di Indonesia.

Direktur operasional akademi Villa 2000, Ganesha Putra, menjelaskan hakikat dari pembinaan usia muda harus seperti apa. "Hakikat pembinaan usia muda adalah mencetak pemain agar bisa bertahan di level tertinggi," ucap Ganesha.

Lebih lanjut, Ganesha menuturkan selama ini selalu terpatok persepsi baik dan buruknya sepakbola di level junior ditentukan oleh prestasi juara. Padahal, bukan itu yang utama.

"Semestinya, juara itu tidak ditentukan di level junior tapi di senior. Di Indonesia tuntutan untuk menang memang terlalu tinggi. Pola pikir ini yang harus dibenahi," jelasnya.

Dia mengambil contoh timnas Jerman yang menjadi juara Piala Dunia 2014. "Jerman menjadi juara Piala Dunia 2014, tapi tidak satu pun pemainnya yang pernah menjadi juara Piala Dunia U-20. Kita bisa lihat dari contoh itu, jadi pembinaan usia muda adalah bagaimana menghasilkan pemain terbaik untuk level senior," tuturnya.
addCustomPlayer('grhs4r4s2mdz1khnuqef6xeua', '', '', 620, 540, 'perfgrhs4r4s2mdz1khnuqef6xeua', 'eplayer4', {age:1416334462966});

>
RESPECT dan FAIR PLAY. Mari berikan komentar yang sehat dan bermanfaat dalam kolom komentar yang telah kami sediakan.