Hat-Trick Historis Tegaskan Andil Krusial Luis Suarez Untuk Barcelona

Tak ada Messi? Minus Neymar? Bukan masalah untuk Barca, karena El Pistolero unjuk gigi lagi dan menorehkan sejarah sebagai pencetak hat-trick pertama di PD Antarklub.

Tanpa ditemani Lionel Messi dan Neymar, Luis Suarez "sendirian" mengantarkan Barcelona ke final Piala Dunia Antarklub 2015 dengan borongan trigol ke gawang Guangzhou Evergrande.

Kemenangan 3-0 di International Stadium Yokohama memastikan Blaugrana berjumpa River Plate pada laga pamungkas di arena yang sama, Minggu (20/12).

Performa terbaru ini kian menegaskan keputusan berani Barca saat menebus mahal El Pistolero dengan banderol €94 juta dari Liverpool tahun lalu amat tokcer. Keraguan sewajarnya muncul di awal akibat suspensi empat bulan untuk si pemain setelah menggigit Giorgio Chiellini di Piala Dunia 2014.

Tetapi semua pihak yang menyangsikan Suarez langsung terbungkam berkat aksi impresif bintang Uruguay itu yang mampu "unjuk gigi" secara tepat dan tak pernah lagi menancapkan giginya di badan lawan.

Suarez tampak menjadi yang terlemah di sisi teknis di antara trio MSN, tetapi level konsistensinya setanding dengan Messi dan Neymar, sementara determinasinya adalah yang nomor satu.

Di saat Neymar belum 100 persen pulih dari cedera kunci paha, lalu Messi juga mendadak berhalangan melawan Guangzhou lantaran terkendala problem perut, Suarez lagi-lagi menjawab lugas.

Gol pembuka ke gawang Li Shuai jelang pengujung babak pertama, lalu torehan pengganda lima menit selepas turun istirahat plus eksekusi penalti jitu di menit ke-67 membuat Suarez melakukan hal yang bahkan belum pernah dilakukan oleh Messi.

Si Penembak Jitu menggoreskan namanya sebagai pemain pertama yang mengepak hat-trick dalam sejarah Piala Dunia Antarklub. Bahkan kalau mundur ke belakang saat kompetisi masih menggunakan nama dan format lama cuma ada satu orang yang mendahului Suarez. Tak lain adalah sang legenda besar Brasil, Pele, saat membawa Santos memenangi leg kedua Piala Interkontinental 1962 kontra Benfica dengan skor 5-2 di Lisbon (agregat 8-4).

Dengan triplet historis ini, argo gol Suarez di 2015/16 telah menyentuh 22, tinggal berjarak tiga gol lagi dari koleksi totalnya pada kampanye debut musim lalu, ketika ia juga memainkan peran penting dalam rengkuhan treble kedua Blaugrana.

Di kala Messi absen cukup lama beberapa waktu lalu, sinar Neymar lebih sering dielu-elukan, sedikit menutupi kontribusi Suarez. Kini, saat Neymar juga cuma jadi penonton, semakin jelas bahwa andil Suarez tak kalah krusial.