HEAD-TO-HEAD: Marjin Tipis Eropa & Amerika Selatan Di Piala Dunia Antarklub

Topics

Rekor memihak Benua Biru di era PD Antarklub, namun selisihnya tak banyak.

OLEH DEDE SUGITA Ikuti di twitter Sudah sejak lama Eropa dan Amerika Selatan menjadi dua kutub utama sepakbola dunia, baik di tingkat klub maupun antarnegara, dan tradisi itu masih awet terjaga hingga saat ini. Faktanya, tim-tim dari kawasan lain memang tak mampu menandingi bakat istimewa darah Amerika Latin, ataupun keunggulan teknik serta organisasi para pemain Eropa. Pada Sabtu (20/12) malam di Marrakesh, akan kembali tergelar adu supremasi antara kedua kubu di laga final Piala Dunia Antarklub. Real Madrid sebagai kampiun Benua Biru bakal ditantang San Lorenzo yang datang dengan status jawara Copa Libertadores. Dari 11 penyelenggaran turnamen, ini menjadi kali kesembilan wakil kedua konfederasi bertarung di final. Dua gelaran lainnya mempertemukan sesama klub Brasil, Corinthians dan Vasco da Gama, pada 2000, dan sedekade kemudian utusan Republik Demokratik Kongo, TP Mazembe, secara mengejutkan melaju ke partai puncak sebelum ditundukkan Internazionale.

El Real dengan skuatnya yang disesaki Galactico dan tengah dalam performa super dengan memborong 21 kemenangan beruntun, termasuk 4-0 atas Cruz Azul di laga semi-final Selasa (16/12) lalu, jelas jadi unggulan kuat di hadapan San Lorenzo. Namun, Madrid tak boleh lupa bahwa klub-klub Amerika Selatan telah sering mengungguli tim-tim Eropa yang lebih kuat secara finansial dan memiliki amunisi lebih mengilap. Faktanya, pada 2000, atau era pertama Los Galacticos, Madrid selaku juara bertahan Liga Champions harus gigit jari di PD Antarklub maupun Piala Interkontinental. Pada waktu itu kedua kejuaraan memang diadakan terpisah sebelum dilebur menjadi satu turnamen sejak 2005. Ajang Piala Interkontinental telah dipentaskan jauh mendahului PD Antarklub. Mempertemukan langsung jawara UEFA dan CONMEBOL sejak 1960 hingga 2004, 22 dari 43 kejuaraan (edisi 1975 ditiadakan lantaran wakil Eropa menolak bertanding) melahirkan tim Amerika Selatan sebagai pemenang, unggul atas representatif Benua Biru yang mengoleksi 21 kemenangan. Keadaan ini berbalik setelah memasuki era PD Antarklub, di mana Eropa menggondol enam trofi juara berbanding empat yang diraih Amerika Selatan. Catatan ini termasuk dua laga final yang tak mempertemukan wakil kedua konfederasi. Eropa kini memimpin dengan 27 trofi, tapi selisihnya hanya satu dari torehan prestasi Amerika Latin. Berkaca dari statistik ini, jelas haram hukumnya bagi laskar Carlo Ancelotti untuk jemawa kala meladeni pasukan Edgardo Bauza.

//

RESPECT dan FAIR PLAY. Mari berikan komentar yang sehat dan bermanfaat dalam kolom komentar yang telah kami sediakan.

Topics