Indra Sjafri: Belanda Lebih Unggul Atas Argentina

Pelatih timnas Indonesia U-19 itu menilai Van Gaal mempunyai variasi taktik lebih banyak ketimbang Sabella.

LIPUTAN AHSANI TAKWIM DARI MALANG
Laga semi-final kedua Piala Dunia 2014 antara Belanda kontra Argentina bakal digelar di Arena Corinthians, Sao Paulo, Kamis (10/7) dini hari WIB. Pelatih timnas Indonesia U-19, Indra Sjafri, menilai pertarungan seru bakal tersaji jika melihat statistik kedua tim yang akan bertanding selama perhelatan turnamen akbar ini.

Menurutnya, Belanda datang dengan pasukan muda yang penuh tenaga di Brasil. Tenaga lokal ditambah amunisi internasionalnya terbukti membuat ramuan Louis Van Gaal cukup menjanjikan. "Spanyol rontok oleh putaran kincir angin para pemain di tengah lapangan. Berikutnya Australia, Cili, Meksiko mereka libas dengan relatif mudah. Meksikolah yang menyulitkan pasukan Oranye di babak delapan besar," ucap Indra, melalui pesan elektroniknya kepada Goal Indonesia.

Sementara itu, Indra juga menilai Argentina tampil cukup trengginas dengan Lionel Messi sebagai motor serangan mereka. Namun kemenangan demi kemenangan Argentina dijalani dengan kerja yang sangat keras. Hal itu terlihat dari hasil tipis yang selalu diraih Argentina.

Armada besutan Alejandro Sabella ini dihuni oleh para pemain yang merumput di benua Eropa, sehingga kelembaban udara Brasil tampaknya tidak begitu menjadi faktor penentu dari pertandingan tersebut.

"Secara statistik Belanda tampak sedikit lebih unggul dalam hal penyerangan. Rata-rata gol 2,40 dibanding 1,2 milik Argentina menjadi salah satu indikator betapa lini serang Belanda lebih tajam dalam memanfaatkan peluang," paparnya.

Indra menambahkan, meskipun jumlah tembakan yang dilancarkan oleh Argentina lebih banyak, tapi persentase tepat sasaran Belanda jauh melebihi Argentina. Keunggulan lain dari Belanda yang tampak pada pertandingan-pertandingan Piala Dunia ini adalah jarak tempuh total yang dilalui oleh para pemain.

Para pemain Belanda melalui jarak lebih dari 114 kilometer dibandingkan 109 milik Argentina. Jarak tempuh ini adalah indikator dinamisnya pergerakan yang dilakukan oleh para pemain Belanda.

"Dengan kata lain, rotasi, perubahan posisi, hingga perubahan taktik di lapangan lebih nyaman dijalani oleh para pemain Belanda," tegas pelatih berusia 51 tahun itu.

Data lain yang berbeda tampak pada jumlah operan yang dilakukan oleh kedua tim. Argentina lebih unggul dengan melakukan 2438 kali operan akurat, sedangkan Belanda hanya melakukan 2031. Ini menunjukkan bahwa Belanda lebih banyak mencoba menyerang menggunakan giringan-giringan bola berbahaya ke jantung pertahanan lawan.

"Tusukkan-tusukkan berbahaya ini tampak efektif untuk memporak-porandakan pertahanan rapat dari lawan-lawannya," jelasnya.

Di samping itu, Indra menilai Van Gaal lebih banyak mempunyai variasi taktik ketimbang Sabella, yang hanya mengandalkan Messi dan Angel Di Maria ketika menyerang. Masih menurut Indra, kejeniusan Van Gaal tampak jelas ketika Belanda menaklukkan Kosta Rika di babak perempat-final lewat drama adu penalti.

"Masuknya Krul hanya untuk adu penalti membuktikan pemahaman Van Gaal pada para pemainnya," tuturnya.

Gabungan pemain-pemain muda Belanda yang bertenaga dan pemain-pemain senior dengan sarat pengalaman, disebut Indra memberi warna yang menarik dalam lapangan. Robin Van Persie sebagai juru gedor di lini depan tampak matang melayani para pemain muda semacam Memphis Depay. Agresivitas Arjen Robben didukung oleh kuatnya pertahanan yang digalang oleh Ron Vlaar.

Ketangguhan lini pertahanan Belanda yang kerap bermain dengan tiga bek di tengah, benar-benar sulit ditembus. Ron Vlaar, Bruno Martins Indi, dan Blind memberi rasa aman di tengah serangan lawan. Kuat dalam duel satu lawan satu dan pintar membaca permainan lawan membuat pertahanan Belanda menjadi salah satu yang paling solid sejauh ini.

"Hanya kemasukkan lima gol dalam lima pertandingan membuktikan betapa solidnya mereka dalam bertahan," ujar pelatih yang membawa Indonesia U-19 juara Piala AFF U-19 2013 itu.

Dirk Kuyt yang sangat tangguh dalam bertahan dan sangat cepat ketika menyerang juga dinilainya memberikan variasi yang akan menjadi faktor kejutan. Kematangan Wesley Sneijder beserta tembakan-tembakan jarak jauhnya juga akan merepotkan barisan pertahanan Argentina. Tentu saja, Arjen Robben bakal menjadi pemain kunci di lini serang Belanda.

"Liukan-liukan khasnya di sisi lapangan memberikan ancaman yang signifikan bagi pertahanan Argentina yang relatif lebih ceroboh saat bertahan."

Sebaliknya, Di Maria yang masih diragukan tampil, membuat beban berat sekarang ada di pundak Messi.

"Menurut analisis saya, Messi masih belum sehebat seperti ketika bermain di Barcelona. Ditambah tidak adanya Di Maria, lini serang Argentina tampak ompong. Hal itu tampak nyata ketika mereka harus bersusah payah mengalahkan Belgia di babak delapan besar," ucapnya.

"Meskipun data mengarah pada Belanda, tapi saya bisa pastikan bahwa pertandingan semi-final kedua ini bakal berjalan dengan sangat ketat," pungkasnya.(gk-48)

RESPECT dan FAIR PLAY. Mari berikan komentar yang sehat dan bermanfaat dalam kolom komentar yang telah kami sediakan.

Topics