Indra Sjafri: Secara Teknis, Turnamen HBT Lebih Bermanfaat

Topics

Indra memaparkan ada perbedaan aturan pertandingan di Cotif yang membuat tim pelatih Indonesia U-19 akhirnya lebih memilih HBT.

OLEH MUHAMAD RAIS ADNAN Ikuti di twitter

Tak bisa dimungkiri, perubahan pengiriman timnas Indonesia U-19 dari turnamen Cotif di Valencia ke Hassanal Bolkiah Trophy 2014 di Brunei Darussalam, menuai polemik di masyarakat pecinta sepakbola nasional. Maklum, jika dilihat sekilas dari tim-tim yang bertanding di dua turnamen tersebut, para peserta di Cotif dinilai jauh lebih berbobot.

Indonesia sendiri pada turnamen itu berada di grup A bersama Argentina U-20, Mauritania U-20, Barcelona U-20, serta Arab Saudi U-20. Namun, belakangan Arab Saudi dikabarkan mengundurkan diri dari turnamen itu.

Bandingkan dengan para peserta yang mengikuti HBT 2014, yang hanya diikuti timnas U-21 dari negara kawasan Asia Tenggara. Memang, ada regulasi yang membolehkan setiap tim memasukkan tiga pemain senior di skuat mereka. Pada turnamen itu, Indonesia dipastikan tergabung di grup B bersama Vietnam, Malaysia, Kamboja, Singapura, dan Brunei Darussalam.

Pelatih Indonesia U-19, Indra Sjafri, pun memberikan penjelasannya kenapa akhirnya menyetujui pengiriman timnya ke HBT. Menurutnya, turnamen ini bisa memenuhi program timnya yang sudah memasuki tahapan pra-kompetisi.

"Waktu itu saya setuju saja (ikut turnamen Cotif). Karena konteks kami adalah tahapan itu terpenuhi. Bukan soal Cotif atau apa dan di mana. Itu urusan BTN. Tapi, saat itu kami belum dapat regulasi dan aturan pertandingan di Cotif, yang belakangan kami dapat mainnya hanya 2x35 menit. Bagi tim pelatih, itu memang agak mengurangi nilai. Karena nanti di Piala Asia main 2x45 menit," ucap Indra.

Pelatih berusia 51 tahun itu menambahkan, setelah mendapatkan undangan HBT, dia pun menelaah mengenai kategori usia pemain di turnamen itu, serta regulasi lainnya seperti waktu bermain. Setiap pertandingan di HBT tetap menggunakan waktu normal 2x45 menit.

"Secara teknis ini turnamen yang lebih bermanfaat di fase pra-kompetisi. Dari sisi teknis ya. Bukan dari sisi tempatnya. Kalau itu, tentu orang awam akan bilang lebih keren di Spanyol atau Eropa. Tapi ini kita harus bedah dari sisi teknis. Karena itu memang domain kami pelatih," jelasnya.

>
RESPECT dan FAIR PLAY. Mari berikan komentar yang sehat dan bermanfaat dalam kolom komentar yang telah kami sediakan.