Inilah Lima Kandidat Pengganti Rudi Garcia Di AS Roma

Deretan hasil negatif yang diderita AS Roma menghadirkan bermacam spekulasi, soal siapa kandidat layak pengganti pelatih kepala, Rudi Garcia.

Percikan api dimulai ketika AS Roma secara mengenaskan dipermak Barcelona 6-1, Rabu (25/11) dini hari WIB. Kekalahan tersebut sejatinya sudah diduga, juga dengan skor telak, tapi tidak separah itu. Menilik sejarah kebesaran klub, performa apik dalam beberapa musim ke belakang, hingga hasil positif di pertemuan pertama, tak selayaknya Tim Serigala tampak begitu kerdil di hadapan Barca.

Pasca laga, jajaran manajemen, mulai dari presiden klub, James Palotta, CEO, Italo Zanzi, hingga direktur olahraga, Walter Sabatini, dikabarkan murka. Sasarannya terletak pada satu orang, siapa lagi kalau bukan sang pelatih kepala, Rudi Garcia. "Sudah begini, kan? Jadi dalam laga lawan BATE Borisov, Anda tak boleh berbuat kesalahan sedikitpun!" begitu rilis LaRoma24.it, soal kecaman Palotta pada Garcia yang dikatakan di depan Radja Nainggolan cs.

Peristiwa itu seakan jadi akumulasi butiran dosa kecil Garcia selama melatih Roma, yang berimbas pada kehampaan gelar. Mereka seakan lupa bahwa pria Prancis keturunan Spanyol itu merupakan sosok utama, di balik kebangkitan I Lupi dalam dua musim terakhir. Sebelum kedatangannya, Klub Ibu Kota selalu finish di luar lima besar Serie A Italia selama tiga musim beruntun.

Dan segalanya semakin memuncak ketika Roma melewati laga berikutnya dengan kekalahan 2-0 di Olimpico Roma, melawan tim yang sebelumnya terpaut sembilan poin di bawah mereka, Atalanta.

Situasi memang belum sepenuhnya rancu, Roma masih duduk di peringkat empat Serie A dengan defisit empat poin dari sang capolista dan masih berpeluang lolos ke babak 16 besar Liga Champions.

Namun seperti dilansir La Gazzetta dello Sport, manajemen sudah mengultimatum Garcia akan posisinya, sebagai antisipasi jika Roma semakin tertinggal di Serie A dan tak lolos fase grup Liga Champions. Tempo waktunya? Dua partai saja! Duel pekan depan melawan Torino di Serie A dan BATE di Liga Champions jadi penentu takdir sang allenatore.

Spekulasi akan pengganti Garcia pun merebak, mulai dari nama muda potensial, sosok yang masih menganggur, hingga sejumlah nama besar sarat pengalaman dan prestasi. Beberapa di antara mereka bahkan dirumorkan sudah dihubungi manajemen untuk bersiap menangani Roma.

Menangkap isu tersebut, kami menyajikan prediksi dan analisis, soal lima nama yang punya peluang besar tempati kursi panas Garcia. Simak!
 

EUSEBIO DI FRANCESCO

Performa Sassuolo sejak memulai debutnya di Serie A pada musim 2013/14 lalu terus meningkat. Finish peringkat 17 pada stagione debut, semusim berselang Domenico Berardi cs melambung ke urutan 12. Musim ini mereka sanggup bersaing di papan atas klasemen, dengan bercokol di area enam besar hingga giornata 14.

Satu sosok yang tentu jadi alasan utama kegemilangan tersebut tentu layak disematkan pada pelatihnya, Eusebio Di Francesco. Pelatih muda yang digadang-gadang bakal mengasuh klub besar di masa depan. 

Tak heran jika namanya kemudian jadi calon terkuat pengganti Garcia di Roma. La Gazzetta dello Sport bahkan merumorkan bila manajemen I Lupi sudah mencapai kata sepakat dengan pria berusia 46 tahun itu.

Kemampuan taktiknya yang mengedepankan keseimbangan di lini depan dan belakang, memang kini jadi kebutuhan utama Roma yang jomplang di depan. Selain itu Di Francesco juga tentu paham benar apa hakikat membela Tim Ibu Kota, karena Il Giallorossi merupakan klub yang paling lama dibelanya selama masih aktif bermain. Tapi, apakah Sassuolo rela melepasnya ketika musim masih berjalan?

WALTER MAZZARRI

Kualitas dan pengalaman Walter Mazzarri dalam meramu taktik sebuah tim tentu tak perlu diragukan lagi. Ia tak bisa dibilang mengecewakan ketika melatih Reggina, Sampdoria, Napoli, hingga terakhir FC Internazionale.

Filosofinya yang mengutamakan permainan menyerang, tanpa melupakan pertahanan, plus kegemarannya menggunakan formasi 4-3-3 amat sesuai dengan filosofi dan komposisi pemain Roma.

Namun Mazzarri punya kelemahan dalam memimpin tim yang mentas di Liga Champions, karena baru merasakannya sekali bersama Napoli di musim 2011/12 lalu. Dan tentu saja, catatan nir gelarnya. 

Manajemen Roma dirumorkan sudah menghubunginya dan pastinya Mazzari tak punya tanggungan karena memang tengah menganggur. Allenatore berusia 54 tahun itu jelas bukan pilihan buruk, tapi harus diakui jika dirinya bukan pilihan terbaik untuk masa depan klub.

LUCIANO SPALLETTI

Di antara kandidat yang ramai diberitakan media, Luciano Spalletti adalah satu-satunya pelatih yang pernah dan paling berpengalaman melatih Roma. Ia pernah empat tahun lebih membesut Francesco Totti cs, dengan hasil yang tak bisa dibilang mengecewakan.

Satu Piala Super Italia, sepasang Piala Italia, dan tiga kali membawa Roma jadi runner-up Serie A adalah catatannya selama berkiprah di Olimpico Roma dalam rentang 2005 hingga 2009. Bahkan Spalletti bisa disebut sebagai allenatore tersukses Tim Serigala dalam sedekade terakhir!

Kini setelah mengakhiri kisah indahnya bersama Zenit St Petersburg lewat gelontoran gelar domestik, Spalletti tengah menganggur. Pria berkepala plontos ini pun tak bisa menutup hasratnya untuk kembali melatih Roma. "Menangani Roma? Mereka punya skuat yang bagus, tapi saya berharap tak menganggu Rudi Garcia dengan perkataan ini," ujarnya.

Ya, tak ada salahnya jika La Maggica ingin mengulang kisah indahnya bersama sosok berusia 56 tahun ini.

ANTONIO CONTE

"Conte merupakan salah satu pelatih terbaik Italia saat ini. Bahkan jika hanya di tanah Italia, dialah yang terbaik," sanjung Arrigo Sacchi. Apa yang dikatakan pelatih legendaris Negeri Pizza tersebut sudah cukup merepresentasikan seperti apa kualitas Antonio Conte.

Di usianya yang baru menginjak 46 tahun, Conte secara luar biasa sukses mempersembahkan tiga scudetto beruntun bagi Juventus. Ia dikenal sebagai pelatih yang mampu membakar semangat anak buahnya, tapi juga kaya akan taktik. Pria kelahiran Lecce itu punya filosofi menang lewat permainan yang indah dan itu sudah ditunjukkan dengan sempurna bersama Juve di waktu yang lalu.

Filosofi itu jelas sesuai dengan Roma, yang dalam sejarahnya amat membenci skema "parkir bus". Masalahnya kini Conte punya tanggung jawab besar sebagai pelatih timnas Italia, yang siap menyambut Euro 2016. Tentunya sulit bagi Roma untuk bisa merekrutnya menggantikan kursi Garcia.

Namun tak perlu putus asa, karena Roma bisa memanfaatkan kerinduan Conte kembali melatih klub, sebagai modal untuk menggodanya nekat merangkap jabatan.

CARLO ANCELOTTI

Tak ada yang bisa membantah kebesaran Carlo Ancelotti. Menilik profilnya, Don Carlo mungkin bisa disebut sebagai pelatih terbaik yang pernah ada. Ia sukses memenangkan gelar domestik di empat liga top Eropa dan mengoleksi tiga gelar Liga Champions! Siapa yang tak tergoda ditangani pelatih seperti ini?

Tak terkecuali Roma, yang bisa dibilang mendapat durian runtuh setelah Ancelotti menyatakan minat melatih mereka. "Saya akan kembali ke dunia sepakbola musim depan, jika suatu tim menginginkan saya. Saya akan jujur, jika saya kembali ke Italia, tujuannya hanya untuk Milan. Ya, dan juga Roma. Di atas segalanya, saya berpikir akan pergi ke luar negeri sekarang," ungkap pria berusia 56 tahun tersebut.

Namun kutipan pernyataan tersebut juga mengindikasikan satu hal yang bakal jadi kesulitan utama Roma merekrutnya, yakni prioritas untuk melatih di luar Italia. Selain itu Ancelotti juga masih dalam masa pemulihan akan penyakit, yang membuatnya memutuskan beristirahat dari sepakbola selama setahun penuh.

Kita nantikan, sihir apa yang akan digunakan manajemen The Magic One untuk menggoda mantan pelatih Juventus, Milan, Chelsea, Paris Saint-Germain, dan Real Madrid tersebut.
 

Topics