Ironi Sofyan Hadi, Pelatih Yang Membawa Persija Jakarta Juara Liga Indonesia 2001

Sofyan menderita penyakit kanker tulang namun belum mendapatkan bantuan dari pihak Pemerintah maupun Persija.

Bagi penggemar Persija Jakarta pastinya tak akan melupakan sosok pelatih yang satu ini. Dia adalah Sofyan Hadi, yang sukses mengarsiteki tim Macan Kemayoran ketika menjuarai Liga Indonesia 2001.

Itu adalah gelar terakhir Persija di kasta sepakbola tertinggi Indonesia. Kini, sosok Sofyan sangat berbeda dengan ketika dia masih melatih dulu. Meski masih dengan ciri khas jenggot putihnya, namun tubuh mantan penggawa timnas Indonesia itu terlihat sangat kurus.

Menyusul, penyakit kanker tulang yang sudah mulai dideritanya sejak 2014 lalu. Menurut penuturan istrinya yang bernama Winarni, Sofyan mulai mengalami gejala sakit tersebut pada Agustus 2014.

"Namun baru dirawat di rumah sakit pada Maret 2015, dan Mei 2015 terdeteksi kanker tulang," ucap Winarni, dengan nada lirih ketika dijumpai di rumahnya di kawasan Perumahan Ciomas Grande, Ciomas, Bogor, Jawa Barat, Jumat (11/12).

Winarni menuturkan, Sofyan sempat terbaring lemah lantaran penyakitnya itu. Beruntung, dalam dua bulan terakhir ada salah satu aktivis peduli kanker, Ratu Givana, yang bersedia membantu pengobatan mantan pelatih PSPS Pekanbaru ini.

"Alhamdulillah, setelah berobat di klinik tempat Ibu Ratu bekerja di Tramedika, Pak Sofyan dalam dua bulan ini sudah mulai membaik. Bahkan, yang tadinya tak bisa duduk, sekarang sudah bisa duduk," bebernya.

Ironisnya, meski berstatus sebagai pemain dan pelatih yang membawa Persija juara, serta pernah memperkuat timnas Indonesia di Pra Olimpiade 1976, perhatian dari Pemerintah maupun Persija masih belum ada yang datang kepadanya.

"Penyakitnya bapak ini langka. Berobatnya harus ke luar negeri antara Singapura atau Malaysia. Untuk obatnya saja, harus bisa menyediakan uang Rp350 juta. Kami tidak sanggup untuk menutupi biaya sebesar itu," jelas Winarni, dengan tersedu sambil meneteskan air mata.

"Kami pernah mengajukan permohonan bantuan ke Menpora, tapi belum ada balasannya. Dari Persija juga belum," tambahnya.

Sementara itu, Sofyan yang terlihat sudah bisa tersenyum, senang dengan perkembangan kesehatannya. Mantan pelatih PSIM Yogyakarta ini berharap bisa lekas sembuh, dan bisa melatih kembali.

"Saya ingin kembali lagi aktif di dunia saya sebagai pelatih. Saya memang mengabdikan diri untuk sepakbola. Apalagi melihat Persija saat ini sebetulnya saya ingin bergerak kembali. Kenapa Persija nggak bisa tampil lagi seperti dulu?" katanya.

Di sisi lain, diharapkan bakal ada lebih banyak pihak yang memberikan bantuan kepada Sofyan. "Kami akan memberikan bantuan pengobatan semaksimal mungkin dalam waktu yang tidak dibatasi, namun yang menentukan untuk sembuh adalah Tuhan. Kami juga akan mencari donatur lainnya untuk membantu Pak Sofyan dan para pesepakbola Indonesia yang juga mengalami hal serupa," ujar Ratu. 

Hanya saja, Ratu mengakui untuk penyakit yang diderita Sofyan sulit untuk sembuh total. "Keberhasilan pengobatan dengan usia Pak Sofyan, di kisaran 60-70 persen. Ini virusnya sudah menjalar ke sumsumnya dan sudah stadium tinggi, kalau 90 persen sembuh tidak mungkin. Memang kisaran biaya yang dibutuhkan untuk pengobatannya sekitar Rp500-600 juta," jelasnya.

Di sisi lain, The Jakmania juga terus memberikan dukungan moril bagi mantan pelatih PSAP Sigli ini. Itu diucapkan ketua umum The Jakmania, Richard Ahmad Supriyanto, saat ikut menjenguk Sofyan di kediamannya. Hadir pula perwakilan anggota The Jakmania di wilayah Bogor dalam kunjungan tersebut.

"Sebelumnya, saat di Malang kami juga sudah sampaikan ke 30 klub internal Persija soal kondisi coach Sofyan. Begitu pula kepada manajemen Persija, sehingga tinggal menunggu tanggapan dari mereka," ujar Richard.

"Paling tidak, The Jakmania bersama Ibu Ratu sudah menginisiasi untuk membantu menangani pengobatan coach Sofyan. Semoga manajemen Persija dan Pemerintah bisa tergugah untuk membantu," tuturnya.

Topics