Jafri Sastra Sebut Permainan Semen Padang Tak Maksimal

Topics

Kelelahan akibat jadwal yang padat membuat penggawa Semen Padang tak bisa mengembangkan permainan.

LAPORAN RIZAL MARAJO DARI PADANG

Kendati memetik kemenangan telak 3-0 atas Persik Kediri dalam lanjutan Indonesia Super League (ISL) 2014 kemarin, pelatih Semen Padang Jafri Sastra menyatakan permainan tim Kabau Sirah tidak maksimal.

Menurut Jafri, faktor kebugaran menjadi penyebab permainan anak asuhnya tak maksimal. Selain dua laga berat di Jawa Timur, timnya juga dihadapkan pada jadwal pertandingan yang padat.

“Faktor kebugaran. Itu tak bisa dibohongi di lapangan. Anak-anak masih kelelahan,” ujar Jafri.

“Kita bermain tiga kali dalam waktu tujuh hari. Ini sangat berat. Saya menilai wajar kalau permainan anak-anak kurang berkembang. Apalagi cuaca sangat panas.”

Namun begitu, Jafri juga mengucapkan rasa syukur atas kemenangan timnya dan tetap memuji perjuangan para pemain yang tetap bersemangat selama 90 menit.

“Terima kasih kepada pemain yang telah bermain sepenuh hati, dan bekerja keras,” tambah Jafri.

Menghadapi laga berikutnya melawan Persijap Jepara, Jumat (30/5), Jafri akan tetap melakukan evaluasi. Dia berharap jeda waktu selama lima hari sudah cukup ideal untuk mengembalikan kebugaran timnya.

“Tentunya kita berharap dua laga kandang terakhir jelang libur kompetisi bisa kita maksimalkan. Kalaupun kita peringkat dua saat ini, tapi itu belum menjamin kita mencapai target lolos ke empat besar,” tutupnya.

Sedangkan asisten pelatih Persik Musikan secara sportif mengakui keunggulan tuan rumah. Berbagai upaya yang dilakukan Persik untuk mengimbangi permainan Semen Padang ternyata tak membuahkan hasil yang diharapkan.

“Semen Padang bermain bagus. Kami sudah mencoba berbagai strategi untuk meredam mereka, tapi kita tetap kebobolan tiga gol,” ujar Musikan, yang merupakan mantan pemain Semen Padang di musim kompetisi 2008/09. (gk-33)

RESPECT dan FAIR PLAY. Mari berikan komentar yang sehat dan bermanfaat dalam kolom komentar yang telah kami sediakan.