Jafri Sastra: Semen Padang Sukses Atasi Tekanan

Jafri mengungkapkan, anak asuhnya mampu mengatasi tekanan Persela yang bermain lebih agresif setelah skor imbang.

LIPUTAN HAMZAH ARFAH DARI LAMONGAN Pelatih Semen Padang Jafri Sastra mengungkapkan, mampu mengatasi tekanan menjadi kunci sukses tim Kabau Sirah mengalahkan Persela Lamongan 2-1 dalam lanjutan delapan besar Indonesia Super League (ISL) 2014, Selasa (21/10).

Penampilan impresif selama melakoni laga kandang di fase grup wilayah timur tak mampu ditularkan Persela di delapan besar. Sebelumnya, mereka juga hanya mampu bermain imbang 2-2 kontra Arema Cronus.

“Kunci sukses kami dalam laga ini, selain mempelajari kelebihan dan kelemahan Persela dari pertemuan sebelumnya, anak-anak juga mampu mengatasi tekanan yang ada,” ungkap Jafri.

Dalam pertandingan ini, Semen Padang unggul lebih dulu melalui Osas Saha pada menit ke-16. Namun, Persela berhasil menyamakan kedudukan di menit ke-62 lewat Arif Ariyanto, sebelum Airlangga Sucipto mengoyak gawang Choirul Huda lima menit jelang waktu normal berakhir.

“Perjuangan anak-anak luar biasa, karena setelah skor imbang, Persela terus menyerang. Persela ini tim solid. Beruntung para pemain bertahan kami konsisten dalam mengamankan daerahnya, dan Airlangga berhasil mencetak gol untuk kemenangan tim kami,” sambungnya.

Tambahan poin maksimal, dikatakan Jafri, menambah semangat tim asuhannya di dua laga tersisa kontra Arema dan Persipura Jayapura, meski ia enggan menyebut posisi Semen Padang sudah aman.

“Kami masih ada dua laga tersisa. Di grup ini belum ada yang aman, karena poin yang didapat tiga tim teratas masih bersaing ketat. Jadi, kami harus berusaha keras meraih hasil optimal di dua laga sisa, jika ingin lolos ke semifinal,” terang Jafri.

Sementara itu, kekalahan atas Semen Padang di kandang sendiri disesalkan pelatih Persela Lamongan Eduard Tjong. Ia menilai dua gol yang bersarang ke gawang Huda lebih dikarenakan kesalahan para pemainnya sendiri.

“Dua gol yang tercipta ke gawang kami murni karena kesalahan pemain sendiri dalam melakukan antisipasi. Kami sudah berusaha meminimalisir, tapi mau bagaimana lagi. Saya kira anak-anak juga sudah tampil maksimal,” urai Edu, sapaan akrab Eduard.

Kekalahan dari Semen Padang membuat peluang Persela lolos ke babak selanjutnya semakin berat, bahkan sudah bisa dibilang tertutup. Sebab, dari empat laga yang sudah dilakoni, Laskar Joko Tingkir baru mengemas satu poin.

“Dalam dua laga berikutnya, Persela hanya ingin tampil apik saja demi harga diri, dan tidak sampai menjadi bulan-bulanan di kandang Arema, maupun saat jumpa Persipura. Kami akan putar otak untuk itu,” pungkasnya. (gk-43) addCustomPlayer('o0nj4a7l8zom1cxl39osncdku', '', '', 620, 540, 'perfo0nj4a7l8zom1cxl39osncdku', 'eplayer4', {age:1407083524494});

>
RESPECT dan FAIR PLAY. Mari berikan komentar yang sehat dan bermanfaat dalam kolom komentar yang telah kami sediakan.