Javier ‘Chicharito’ Hernandez Buktikan Kekeliruan Louis Van Gaal

Chicharito yang dibuang Van Gaal di musim panas kemarin terus tampil menawan di depan gawang. Yang terbaru, ia mengemas hat-trick dalam kemenangan atas Borussia Monchengladbach.

Manajer Manchester United Louis van Gaal mungkin sedang menyesali keputusannya menjual Javier ‘Chicharito’ Hernandez di musim panas kemarin. Dalam hal ini, sang penyerang buangan justru baru saja mencetak hat-trick perdana untuk membantu Bayer Leverkusen mengemas kemenangan 5-0 atas Borussia Monchengladbach dalam lanjutan Bundesliga pekan ke-16, Minggu (13/12) dinihari WIB.

Ini merupakan keberhasilan sang Kacang Polong untuk mengemas tiga gol dalam satu pertandingan di karier profesionalnya. Lebih dari itu, ini juga menjadi hat-trick perdana pemain Leverkusen ke gawang Gladbach sejak Pavel Pogrebnyak melakukannya pada 2010 silam.

Di pertandingan yang berlangsung di BayArena semalam, hat-trick Chicharito di babak kedua plus dwigol Stefan Kiessling membawa Bayer mengakhiri rekor tak terkalahkan Gladbach di Bundesliga Jerman bersama pelatih Andre Schubert.

Setelah terbang tinggi dengan delapan kemenangan - termasuk melawan Bayern Munich pekan lalu - plus dua hasil imbang dalam sepuluh partai liga pertama di bawah komando Schubert, yang menggantikan Lucien Favre, Die Fohlen akhirnya terbanting kembali ke tanah.

Dan dengan kekalahan ini, Gladbach tergusur dari zona Liga Champions menuju peringkat kelima dan kini ditempel ketat oleh Leverkusen dengan jarak dua poin.

Terkait penampilannya semalam yang menawan, Chicharito, 27, berkata: “Sungguh menyenangkan untuk mengemas sebuah hat-trick. Bola ini [bola pertandingan yang menjadi suvenir] akan saya simpan di rumah namun rekan-rekan saya akan menandatanganinya karena ini merupakan hasil dari kerja keras tim, bukan cuma dari saya,” ujarnya kepada laman resmi Bundesliga.

“Beberapa orang berpikir bahwa tugas mencetak gol adalah milik striker, namun saya tidak terobsesi dengan gol; itu adalah sebuah konsekuensi dari kinerja tim.

“Saya sangat senang. Apa yang bisa kami petik dari performa ini adalah bahwa kesuksesan ini berasal dari tim, termasuk para pemain pengganti. Kami tidak kebobolan gol dan kami sedikit beruntung jika dibandingkan dengan Rabu kemarin [melawan Barcelona di Liga Champions].

"Di pertandingan itu kami mencetak satu gol, kini kami mengemas lima gol. Itulah sepakbola! Kita tidak bisa memprediksikan apa pun.”

Dengan lesakannya semalam, penyerang internasional Meksiko itu kini sudah mengemas 17 gol dari 20 penampilannya di semua kompetisi. Di Bundesliga saja, torehan Chicharito sudah mencapai sepuluh gol, terpaut tujuh lesakan dari bintang Borussia Dortmund Pierre-Emerick Aubameyang yang bercokol di puncak daftar top skor.

Kegemilangan Chicharito di Jerman seolah menjadi tamparan buat Van Gaal di Inggris, yang mendapati timnya kembali kalah setelah ditumbangkan tuan rumah AFC Bournemouth dengan skor 2-1 dalam lanjutan Liga Primer Inggris mathcday ke-16.

Seperti diketahui, tim arahan Van Gaal tidak lagi meraih kemenangan dalam lima pertandingan terakhir, di mana mereka mencatatkan dua kekalahan dalam sepekan usai disingkirkan VfL Wolfsburg dari ajang Liga Champions musim ini.

Meski untuk sementara menghuni urutan keempat di tabel klasemen Liga Primer, permasalahan di lini depan sudah menjadi ‘bencana’ tersendiri lantaran gol-gol reguler yang diharapkan tidak mampu dihadirkan pemainnya.

Dalam skuat yang kini dimiliki Van Gaal, hanya Juan Mata – bukan striker – yang mampu menciptakan gol paling banyak ketimbang rekan setimnya di liga, dengan ia sejauh ini menjebol gawang lawan sebanyak empat kali, dibuntuti oleh Anthony Martial (tiga gol), Wayne Rooney dan Memphis Depay (keduanya dua gol). Lebih dari itu, dalam 12 pertandingan terakhir di liga, seluruh skuat United hanya mampu mencetak 10 gol, tidak sebanding dengan Chicharito.

Andai saja Van Gaal tidak menjual Chicharito buntut dari kegagalan sang pemain mengeksekusi penalti pada leg kedua play-off melawan Club Brugge di ajang Liga Champions kemarin, maka roda nasib United mungkin tidak akan berada di bawah seperti sekarang...