Jaya Hartono: Suharno Sosok Rendah Hati

Topics

Jaya terkenang kebersamaan dengan Suharno ketika mengikuti kursus kepelatihan lisensi B dan A.

Pelatih Persepam Madura Utama Jaya Hartono mengaku terkejut saat mendengar kabar koleganya, Suharno, menghembuskan nafas terakhir beberapa saat setelah memimpin latihan Arema Cronus.

Suharno menghembuskan nafas terakhir, Rabu (19/8) malam WIB, di usia 55 tahun. Jaya mengenang pribadi Suharno sebagai orang yang sangat bersahabat.

“Orangnya sangat humble. Dia kalau panggil saya, dulur [saudara]. Saya juga panggil dia seperti itu. Mungkin yang kita ingat, saat dia memanggil 'onche' kepada rekan-rekan seprofesinya,” ungkap Jaya kepada Goal Indonesia.

Selain itu, Jaya juga mengisahkan kenangan saat mengambil kursus kepelatihan. Menurutnya, Suharno merupakan sosok yang sangat baik, dan tidak pernah marah.

“Saya merasa kehilangan sebagai pelatih. Kita juga sempat ambil lisensi kepelatihan B dan A bersama. Jadi saya tahu kepribadiannya. Dia orangnya baik, tidak pernah marah, dan suka bercanda,” tambah Jaya.

“Tubuhnya tambun sekali, dia memang suka bertubuh gemuk. Meskipun hal itu bukan berarti tidak sehat. Saya tidak tahu apakah kena jantung, atau stroke. Tapi dulu saat mengambil lisensi A, dia sempat jatuh karena jantung.”

Selain itu, Jaya juga berpesan kepada pemerintah maupun PSSI untuk memberikan perhatian, terutama terhadap keluarga Suharno.

“Beliau adalah pelatih yang berprestasi, bukan hanya saat melatih, namun juga saat aktif menjadi pemain. Tolong pemerintah dan PSSI memberikan perhatian, terutama kepada keluarganya untuk saat ini,” pungkasnya. (gk-62)