Jean-Paul Boumsong: Wasit Bikin Laga Jadi Sulit

Topics

Penyerang Perseru ini mengibaratkan hadiah penalti Persepam sebagai kado ulang tahun dari wasit.

LIPUTAN ADITYA WAHYU PRATAMA DARI MADURA Ujung tombak Perseru Serui Jean-Paul Boumsong tak bisa menutup kekecewaannya setelah hanya bermain imbang 1-1 melawan Persepam Madura United di Stadion Gelora Bangkalan kemarin.

Pada laga tersebut, wasit menghentikan pertandingan di menit ke-67 setelah suporter tuan rumah merangsek masuk ke dalam lapangan guna memprotes keputusan wasit yang tidak memberikan penalti kepada Persepam, karena menganggap terjadi pelanggaran handsball Pierre Patrick Seme saat tangannya menyentuh bola sepakan Slamet Nurcahyo.

Laga pun dilanjutkan setelah sempat terhenti selama 24 menit. Persepam akhirnya mendapatkan penalti di menit ke-74, setelah wasit menganggap Bilibig Mahrus melakukan pelanggaran terhadap Denny Rumba. Pemain Perseru sempat melakukan protes, namun wasit bergeming dengan keputusannya.

“Lebih baik dia kasih penalti kepada Persepam sebelum pertandingan berhenti, daripada kasih penalti seperti ini. Sama saja dengan memberikan kado ulang tahun,” ungkap Boumsong dengan nada kesal kepada Goal Indonesia.

“Sebenarnya tadi pertandingan tidak sulit, tapi tadi wasit yang bikin sulit. Karena kalau boleh jujur, itu bukan penalti. Kita benar-benar kecewa, tapi ya begitulah sepakbola. Ada yang menang, ada yang kalah.”

“Mereka main bagus, kita harus akui. Tapi kita lebih bagus lagi, makanya kita unggul lebih dulu. Kalau tadi wasit tidak kasih penalti, mungkin kita sudah menang 1-0.”

Selain mengungkap kekecewaan terhadap kinerja wasit, Boumsong juga membahas beberapa hal yang terjadi selama pertandingan berlangsung, seperti kronologis mengapa dirinya mendapatkan kartu kuning saat merayakan gol Ferdinando Mote.

“Saya mau pergi, dia [Firly Apriansyah] dorong-dorong saya. Dia dorong-dorong terus, saya putar badan, dia dorong lagi. Itu yang bikin saya agak emosi sedikit,” jelas Boumsong.

Boumsong juga mengkritik keputusan wasit yang tidak memberikan hukuman serupa bagi Persepam setelah dirinya ditekel dengan keras dari belakang oleh Firly di dalam kotak penalti.

“Itu penalti, coba ulangi. Itu jelas penalti, sangat jelas, jatuh ditekel dari belakang, dan keras. Tapi apa kata wasit? Dia bilang main, main, dan main,” cetus Boumsong/

Meski begitu, Boumsong enggan meratapi kegagalan timnya meraih poin penuh di Madura. Dirinya langsung memfokuskan diri untuk bermain habis-habisan di partai terakhir menghadapi Persela Lamongan, Jumat (5/9), di Stadion Surajaya.

“Kita tidak puas, karena kita datang untuk menang. Kita masih di posisi degradasi. Jadi untuk besok di Lamongan, mau tidak mau kita harus menang. Kita kecewa dengan hasil ini, bukan karena permainan lawan, tapi wasit yang buat kita kecewa,” pungkasnya. (gk-62) addCustomPlayer('o0nj4a7l8zom1cxl39osncdku', '', '', 620, 540, 'perfo0nj4a7l8zom1cxl39osncdku', 'eplayer4', {age:1407083524494});

>
RESPECT dan FAIR PLAY. Mari berikan komentar yang sehat dan bermanfaat dalam kolom komentar yang telah kami sediakan.