Jose Mourinho Bayangi Panasnya Persaingan Chelsea-Manchester United

Mourinho memang tidak punya klub, tetapi bayangannya masih menghantui Chelsea dan Manchester United hingga akhir pekan ini.

Jose Mourinho memang tidak punya ikatan resmi dengan klub mana pun, tetapi ia adalah sosok yang membayangi pertemuan akbar antara Chelsea dan Manchester United di Stamford Bridge, Minggu (7/2) besok.

Tidak sampai sembilan bulan setelah membawa Blues kesayangannya menjuarai Liga Primer Inggris, sekarang ia menjadi sosok tanpa ikatan di sepakbola. Ia dipecat oleh Chelsea kemarin Desember dan sejak saat itu dikaitkan dengan United.

Dengan ini, nama Mourinho pun mulai menghantui Guus Hiddink dan Louis van Gaal secara seimbang, walau dalam makna yang berbeda.

Bagi Hiddink, rekor 10 laga tak terkalahkan hanya berdampak kecil pada retakan yang ditinggalkan oleh Mourinho pada skuat Chelsa. Masih terbilang pincang, The Blues hanya meraih dua kemenangan dalam tujuh pertandingan sejak mener Belanda itu mengambil alih. Sepakbola yang ditawarkan juga tidak jauh berbeda dari Mourinho.

Memang, Chelsea semakin sulit dieksploitasi sejak Hiddink menduetkan Nemanja Matic dan Jon Obi Mikel di lini tengah. Namun pendekatan cari aman ini tidak memberikan langkah besar ke zona Liga Champions. Naluri gol Chelsea tetap masih mendapat suntikan.

"Kami bermain semakin baik dari pekan ke pekan. Saya ingin melihat bagaimana tim ini bermain, terutama dalam 20-25 menit terakhir ketika kami menyerang," ungkap Hiddink setelah hasil imbang 0-0 melawan Watford. Meski membela Chelsea, semua orang tentu paham kalau skuat Hiddink masih belum memenuhi potensi yang seharusnya.

Hal ini mungkin sudah sempat dibayangkan, mengingat apa yang sudah ditinggalkan oleh Mourinho. Atmosfer buruk di ruang ganti, budaya kalah yang tak biasa, sekelompok pemain yang cenderung bertengkar dengan sedikit pemicu, dan fan base yang masih mengungkapkan cindanya pada pendahulu. Tentu hal ini bakal menyulitkan manajer baru, bahkan ketika diberi sebuah skuat yang baru menjalani 17 laga setelah menggendong trofi liga.

Sementara itu di Old Traffod, sosok Mourinho berkeliaran di bayang-bayang dan mungkin menjadi distraksi bagi Van Gaal. Kebangkitan dalam hal performa serta hasil dalam beberapa laga terakhir mungkin sedikit mengurangi tekanan manajer 64 tahun itu, tetapi faktanya masih ada fans United yang berharap Mourinho mengambil alih kepemimpinan United.

Mourinho dinilai punya sikap dan karisma untuk membuat Manchester United kembali digdaya dan dengan setiap poin yang hilang sejak Mourinho dipecat tujuh pekan lalu, rekor Van Gaal membuatnya semakin sulit bertahan. Adapun para petinggi United tidak suka dengan pendekatan kasar Mourinho dan ini bakal menjadi batu sandungan besar untuk perubahan, seiring mereka lebih percaya pada kemampuan sang mener Belanda untuk memutar balik keadaan.

Apa yang membuat Van Gaal bertahan adalah dukungan wakil eksekutif Ed Woodward, yang posisinya semakin payah setelah krisis United sejak ia mengambil alih pada 2013 lalu. Dua kegagalan rezim secara beruntun setelah David Moyes bakal membuat posisi Woodward dipertanyakan.

Namun Mourinho sendiri diyakini merupakan pemuja Manchester United dan sudah menyatakan kalau dirinya tak sabar beraksi setelah meninggalkan Stamford Bridge.

"Ia takkan mengambil waktu jeda, ia tidak lelah, ia tidak butuh itu, ia sangat positif, dan ia siap menatap masa depan," ungkap Jorge Mendes, agen Mourinho. "Karena cintanya pada sepakbola, Anda akan menyaksikan Jose di lapangan untuk bekerja dan mendukung rekan-rekannya. Ia tak ingin menghadiri pertandingan karena ia ingin mendinginkan semua spekulasi tentang masa depannya."

Spekulasi tersebut tetapi berlanjut, dengan banyak prediksi pemutusan kontrak Van Gaal di musim panas akan membuat Mourinho merapat ke Old Trafford. Bagi sebagian besar gans hal itu mungkin tak terhindarkan, tetapi untuk sekarang status quo masih berlanjut.

Chelsea yang diasuh Hiddink masih dibayangi oleh kesuksesan mereka musim lalu, sementara United-nya Van Gaal masih mencari inspirasi untuk bangkit dari kelemahan. Di sudut lain, ada Mourinho yang berdiri di balik bayang-bayang.

Entah ia sedang berlibur di Tiongkok, duduk di tribun Brighton untuk mendukung rekannya Gianni Infantino, atau menonton pertandingan Borussia Dortmund, Mourinho masih menghantui Chelsea dan Manchester United ke manapun ia pergi.

Niatnya untuk absen dalam laga besar memastikan dirinya takkan hadir di Stamford Bridge besok Minggu. Namun dari sudut pandang lain, Mourinho sebenarnya jadi sosok yang paling mendominasi - atau menghantui - di stadion tersebut.